Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Truk Muatan Melebihi Tonase Kena Razia, Ini Tanggapan Bupati Kotim

Redaksi 19-06-2025, 02:26 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim Halikinnor saat memantau langsung tonase truk hasil razia di Halaman Dishub Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim Halikinnor saat memantau langsung tonase truk hasil razia di Halaman Dishub Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meninjau langsung pelaksanaan razia truk angkutan barang yang melintas di Jalan Lingkar Selatan, dalam kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotim, Kamis (19/6/2025).

Dalam pemantauan tersebut, Bupati Halikinnor melihat secara langsung kondisi dan tonase muatan kendaraan yang dihentikan dan diperiksa oleh petugas dari Dinas Perhubungan Kotim.

“Hari ini saya memantau langsung razia, untuk melihat bagaimana tonase muatan truk yang melintas dan diamankan oleh Dishub Kotim,” ujar Halikinnor.

Halikinnor menjelaskan bahwa Jalan Lingkar Selatan diklasifikasikan sebagai jalan kelas III, yang memiliki kapasitas maksimal 10 ton, dengan rata-rata ideal 8 ton. Namun, temuan di lapangan menunjukkan adanya truk bermuatan hingga 16-30 ton, yang secara signifikan mempercepat kerusakan jalan.

“Jalan yang seharusnya bertahan 5 tahun, bisa rusak dalam 5 bulan jika terus-menerus dilalui truk bermuatan berlebih,” tegasnya.

Dalam kondisi keterbatasan anggaran, Bupati menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak dibanding pembangunan jalan baru. Anggaran daerah saat ini lebih banyak dialokasikan untuk pemberdayaan sumber daya manusia, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia juga mengingatkan para pengusaha transportasi dan logistik untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi mematuhi aturan tonase yang berlaku.

“Kami ingin semua pihak paham, ada aturan yang mengatur semua ini. Selama tidak melanggar, tidak ada masalah. Tapi jika melanggar, akan kami beri sanksi tegas sesuai aturan,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum dan upaya menyadarkan semua pihak agar memelihara infrastruktur bersama. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard