Ratusan Pelajar SMKN 1 Cempaga Jalani Tes Urine
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) setempat menggelar sosialisasi dan tes urine terhadap ratusan pelajar di SMKN 1 Cempaga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Kamis (19/6/2025).
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan sosialisasi sekaligus tes urine kepada para pelajar di SMKN 1 Cempaga, karena kami ingin memastikan apakah anak-anak kita ini benar-benar bersih dan menjauhi yang namanya narkoba,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat (20/6/2025).
Irawati yang juga menjabat sebagai Ketua BNK Kotim menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilaksanakan pihaknya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi guna mengedukasi para pelajar agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap persoalan narkoba sehingga pada akhirnya mereka memiliki imunitas untuk menangkal ancaman narkoba.
Setelah sosialisasi, BNK Kotim mengumumkan pelaksanaan tes urine. Ekspresi kaget terlihat di wajah para pelajar maupun guru, lantaran tak mengira kegiatan yang semula hanya sosialisasi tetapi justru diikuti dengan tes urine mendadak.
Irawati menyebutkan, pihaknya memang tidak memberitahukan terkait tes urine kepada pihak sekolah untuk mencegah ada yang menghindari pemeriksaan secara sengaja.
“Ini bentuk deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kalau ada yang terindikasi agar bisa cepat kami tindaklanjuti. Karena bagaimanapun juga mereka ini adalah generasi penerus yang di masa depan menggantikan kami untuk membangun Kotim,” tuturnya.
Irawati melanjutkan, tes urine terhadap pelajar ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan pada 2025. Sebelumnya kegiatan serupa juga digelar di SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan.
Ia menyebutkan, tahun ini pihaknya sengaja menyasar SMK sebab menurutnya pelajar sekolah menengah kejuruan cenderung lebih banyak berkegiatan di luar sekolah daripada pelajar SMA, baik itu untuk kegiatan ekstrakurikuler maupun praktik kerja lapangan (PKL).
Dengan kata lain, kegiatan pelajar SMK di luar pengawasan para guru cukup banyak dan kondisi ini membuat mereka rawan terjerumus dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.
“Makanya, salah satu yang ingin kami tekankan melalui kegiatan ini bahwa pemerintah daerah hadir untuk membentengi generasi muda dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman akan bahaya narkoba agar mereka bisa menjauhi itu,” ucapnya.
Irawati menambahkan, berdasarkan hasil tes urine sebelumnya memang ditemukan indikasi positif narkoba di kalangan pelajar, tetapi lebih kepada obat-obatan adiktif seperti zenith, bukan narkoba jenis sabu, ganja dan sebagainya.
Bagi pelajar yang terindikasi positif tersebut telah diberikan pembinaan oleh Polres dan BNK Kotim dibawah pengawasan guru BK. Tindak lanjuti kepada pelajar memang diupayakan kepada pembinaan, tetapi hal itu juga diukur berdasarkan jenis narkoba yang digunakan.
“Kalau misalnya yang digunakan itu sabu maka penanganannya akan kami serahkan ke Polres Kotim untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Irawati berharap kegiatan sosialisasi dan deteksi dini narkoba seperti ini bisa lebih digencarkan, baik itu pada organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, instansi vertikal dan lainnya.
“Kami juga berkeinginan kedepannya kegiatan seperti ini juga menyasar wilayah pusat perbelanjaan atau pasar, jadi para pedagang pasar kita tes urine di tempat. Hal ini sebagai upaya kita untuk mewujudkan Kotim Bersinar (bersih dari narkoba),” pungkasnya. (f1/sb)