Angka Stunting Kotim Menurun, Bupati Apresiasi Kerja Nyata Pemkab Kotim
SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor mengungkapkan angka stunting di wilayahnya mengalami penurunan.
Ia mengapresiasi berbagai upaya inovatif yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting yang membuahkan hasil.
"Berdasarkan perhitungan internal kita, terjadi penurunan angka stunting di Kabupaten Kotim sebesar 22%," kata Halikinnor, Senin (23/6/2025).
Ia menyampaikan berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah balita pendek (stunting) di Kotim sebanyak 2.543 anak atau 19,61% dari total 12.966 balita yang diukur pada Bulan Timbang Desember 2024.
Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat angka stunting sebesar 35,5%.
"Namun, kita masih menunggu hasil rilis resmi dari Kementerian Kesehatan. Sampai sekarang belum keluar," ujarnya.
Halikinnor menjelaskan berbagai upaya inovatif yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting salah satunya yakni Grebek Stunting berupa pemberian susu dan telur pada 2.167 balita di seluruh wilayah Kabupaten Kotim.
"Kami juga memberikan makanan tambahan pada ibu hamil dan balita di 17 kecamatan, serta Dapur Sehat Atasi Stunting pada 33 desa di Kabupaten Kotim," jelasnya.
Stunting, lanjut Halikinnor, merupakan kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal kelahiran, yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
"Anak yang tumbuh dengan stunting akan mengalami masalah perkembangan kognitif dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari," tegasnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya dengan memperhatikan dampak serius akibat stunting, maka sangat penting pencegahan stunting melalui 1000 HPK yang memerlukan dukungan dari semua pihak.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Kotim," pungkasnya. (f1/sb)