Pemkab Kotim Bahas Target RPJMD 2025-2029, Fokus Tingkatkan IPM
SB, SAMPIT - Target indikator makro Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotawaringin Timur, tahun 2025-2029 berfokus pada beberapa permasalahan salah satunya tengah berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini.
Bupati Kotim Halikinnor, mengakui berdasarkan laporan Bapperida setempat dan tim melaporkan bahwa target IPM sangat terlalu rendah.
"Saya minta OPD terkait kita bahas lagi dan saya minta itu ditingkatkan. Targetnya ditinggikan supaya kita bekerja keras mendapatkannya walaupun itu belum tentu tercapai paling tidak target cukup tinggi kita akan berusaha semaksimal mungkin," ujar Halikinnor, Selasa (24/6/2025).
Adapun diketahui untuk target IPM tahun 2025 ini sebanyak 74,33 persen, target tahun 2026 sebanyak 74,85 persen, tahun 2027 sebanyak 75,35 persen, tahun 2028 sebanyak 75,85 dan tahun 2029 sebanyak 80 persen.
Dia menilai, Kalau target sudah rendah setiap tahun hanya 0 koma sekian. Seolah-olah pihaknya pesimis duluan. jadi IPM maupun terget penurunan kemiskinan itu harus ditingkatkan.
"Saya optimis Kotim bisa memperbaiki peningkatan IPM, dan juga penurunan kemiskinan," ujar Halikinnor.
Diapun mencontohkan, Bagaimana sebelumnya Kotim dengan angka stunting cukup tinggi se -kalteng. Namun dengan berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan dilakukan akhirnya kasus stunting di Kotim dapat ditekan signifikan.
Menurutnya, dengan peran semua pihak Kotim berhasil menurunkan angka stunting, bahkan sampai pemerintah pusat pun hampir tidak percaya bahwa penurunan stunting kita dari 35, 5 persen menjadi 22 persen.
"Pencapaian kita ini dianggap itu melebihi 10 persen dan itu tidak masuk logika. Tapi itu faktanya, dengan kita melakukan upaya itu makanya akhirnya kita berhasil dan kasus stunting dapat tekan," ungkap Halikinnor.
Pada kesempatan itu, Dirunya mengimbau masyarakat terutama ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita supaya aktif datang Keposyandu agar dapat dikontrol termasuk IPM itu juga berkaitan dengan angka kelahiran bayi dan meninggal.
"Jadi kalau saat hamil bisa kontrol rutin keposyandu atau puskesmas sejak dini. kalau ada gelaja atau apa saja yang mungkin mengganggu kesehatan lahiran kan bisa diobati bisa dicegah sedari awal sehingga harapan kita IPM juga meningkat," imbuh Halikinnor.
Terkait rencana untuk menekan angka kemiskinan di wilayah itu, Halikinnor berencana akan memberikan bantuan beras miskin (raskin) daerah.
"Nanti akan dicek terlebih dulu, dari data angka kemiskinan kita harus tahu, itukan hanya data global. Itu rumah tangga mana itu. Kalau kita tahu mungkin misalnya dia sudah menerima bantuan PKH tapi dianggap masih miskin. Bisa aja kita intervnesi dengan raskin daerah," pungkasnya. (f1/sb)