Wabup Kotim Dampingi Kementerian PU Tinjau Kelayakan Sekolah Rakyat Jelang Pembukaan
SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, bersama Kepala Dinas terkait mendampingi tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah dalam meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat yang akan mulai digunakan untuk proses belajar mengajar pada 14 Juli 2025 mendatang.
"Hari ini kami mendampingi Kementerian PU untuk meninjau kelayakan Sekolah Rakyat, memastikan segala hal yang perlu diperbaiki sebelum digunakan untuk kegiatan belajar, termasuk asrama siswa, pamong, guru, hingga kepala sekolah yang nantinya tinggal di sini," ujar Irawati usai peninjauan, Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, hasil pemantauan bersama tim Kementerian PU menunjukkan bahwa lokasi di Kotim layak dijadikan sekolah perintis atau Sekolah Rakyat. Meski terdapat beberapa kerusakan kecil, seperti kebocoran toilet, hal tersebut dianggap wajar mengingat bangunan sudah cukup lama tidak difungsikan.
“Perbaikan fasilitas akan langsung ditangani oleh Kementerian PU. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai fasilitator,” tambah Irawati.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Kotim ditujukan bagi siswa tingkat SMA yang putus sekolah karena alasan ekonomi atau lulusan SMP yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Meski waktu persiapan menuju 14 Juli cukup singkat, Irawati menyatakan optimistis proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik. Perbaikan fasilitas lainnya akan dilakukan secara bertahap sembari kegiatan pembelajaran berlangsung.
"Kami sudah komunikasikan bahwa selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan belajar tetap bisa berjalan. Lokasi ini juga sudah dinyatakan layak digunakan," tegasnya.
Lebih lanjut, pihak Kementerian PU akan menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menilai kelayakan akhir sekolah perintis yang dipersiapkan oleh pemerintah pusat.
“Di Kalimantan Tengah, ada dua lokasi yang disiapkan, yakni Kotim untuk tingkat SMA, dan Gunung Mas untuk tingkat SMP,” pungkas Irawati. (f1/sb)