Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Anak Wabup Kotim Positif DBD, Irawati Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Redaksi 07-07-2025, 01:12 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, mengimba seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat.

Imbauan ini ia sampaikan karena saat ini Kotim tengah memasuki musim yang rentan memicu berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

“Kabarnya sekarang memang sedang musim demam berdarah di Kotim. Dan saya sendiri merasakannya langsung karena anak saya saat ini sedang dirawat di RSUD dr Murjani Sampit karena positif demam berdarah,” kata Irawati, Senin (7/7/2025).

Irawati menceritakan bahwa putrinya baru saja mengikuti perjalanan dinas ke Yogyakarta, namun mulai jatuh sakit saat tiba di sana. Berdasarkan kondisi tersebut, ia menduga bahwa anaknya tertular DBD saat masih berada di Sampit.

“Waktu ikut dinas ke Jogja, anak saya dalam kondisi baik. Tapi sesampainya di sana justru demamnya muncul. Jadi besar kemungkinan tertularnya dari Sampit", ujarnya.

Tidak hanya itu dirinya juga mendapatkan kabar bahwa dua orang dari Kejaksaan Negeri Sampit yang sebelumnya dirawat di RS Murjani juga positif demam berdarah.

Dua pegawai Kejaksaan tersebut bahkan sempat menjalani perawatan selama sepekan di rumah sakit yang sama, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Saat ini, Irawati berharap putrinya pun segera diberikan kesembuhan.

“Dari kejadian ini saya juga ingin mengingatkan, mari kita sama-sama waspada. Jangan sampai ada lagi yang tertular,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, yakni hujan dan panas yang datang silih berganti, menjadi faktor yang memudahkan jentik-jentik nyamuk berkembang biak dengan cepat.

“Musim seperti ini memang sangat mendukung penyebaran nyamuk. Panas hujan, panas hujan, itu kondisi yang paling gampang menimbulkan jentik-jentik. Jadi mari kita jaga kebersihan lingkungan kita masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan pencegahan seperti menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas yang bisa menampung air harus terus dilakukan oleh masyarakat secara rutin. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard