Tim SAR Gabungan ketika melakukan carian terhaap korban yang hilang di sungai. (FOTO:BASARNAS)
SB, MUARA TEWEH – Seorang nelayan di bernama Asmirin (49), warga Desa Buntok Baru, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara dikabarkan hilang di Sungai DAS Barito.
Korban bernama Asmirin (49) dilaporkan hilang sejak Selasa (08/07/2025) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, setelah berangkat menggunakan sampan untuk memeriksa jebakan ikan (kalang) di perairan desa tersebut. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali.
Warga yang melakukan pencarian mandiri menemukan sampan milik korban di dekat lokasi jebakan ikan. Namun, keberadaan Asmirin tidak ditemukan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh warga kepada pihak berwenang.
Mendapat laporan dari warga bernama Adi Saputra, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, langsung mengerahkan satu tim SAR ke lokasi kejadian.
“Kami segera memberangkatkan satu tim rescue dengan dukungan Rescue Car, Rubber Boat, dan peralatan pertolongan di air ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ungkap Alit.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Basarnas, Indra, menyebut kondisi alam menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.
“Kendala utama di lapangan adalah arus sungai yang deras dan air yang keruh. Hal ini menyulitkan proses penyisiran, bahkan membuat penyelaman hampir tidak mungkin dilakukan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue KPP Palangka Raya, Koramil Teweh Tengah, Polsek Teweh Tengah, BPBD Muara Teweh, serta masyarakat sekitar
Tim gabungan terus mengintensifkan pencarian di sepanjang aliran Sungai Barito, khususnya di sekitar lokasi ditemukan sampan korban. (sb)