Diduga Pecahkan Kaca Meja Kantor Dinas, Anggota DPRD Kotim Ditegur PAN
SB, SAMPIT – Insiden mengejutkan terjadi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat seorang anggota DPRD Kotim dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hairis Salamad, dikabarkan mengamuk hingga memecahkan kaca meja di kantor dinas tersebut.
Menanggapi insiden itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kotim melalui Sekretarisnya, Ayu Pramita, menyatakan akan segera memanggil Hairis untuk meminta klarifikasi dan penjelasan atas tindakan yang diduga dilakukannya.
“Kami dari DPD PAN akan segera memanggil yang bersangkutan. Kalau memang ada unsur kesengajaan, kami sangat menyesalkan insiden tersebut,” tegas Ayu, Sabtu (12/7/2025).
Ayu menjelaskan bahwa seluruh anggota DPRD dari Fraksi PAN telah mengikuti Latihan Kader Tingkat Dasar (LKAD) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bela Negara. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk kader yang memahami ideologi, visi-misi, dan program partai serta memiliki kesadaran bela negara yang tinggi.
“Dalam pelatihan itu, tentu partai mengarahkan dan mengajarkan nilai-nilai positif. Kader PAN harus menjadi panutan masyarakat,” ujar Ayu.
Ia juga mengimbau seluruh kader PAN agar menjaga nama baik partai.
“Jangan mempermalukan diri sendiri dan partai. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim, Dadang Siswanto, mengonfirmasi bahwa pihak fraksi telah meminta klarifikasi langsung dari Hairis. Namun, tindak lanjut selanjutnya masih menunggu arahan dari DPD.
“Dari fraksi sudah meminta klarifikasi. Masih menunggu arahan dari DPD,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kotim, Johny Tangkere, membenarkan bahwa insiden tersebut memang terjadi, namun menyebutnya sebagai kesalahpahaman dan meminta agar tidak dibesar-besarkan.
“Benar, tapi hanya salah paham. Gak usah dipermasalahkanlah,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Hairis Salamad membantah tuduhan bahwa dirinya mengamuk dan melakukan tindakan kekerasan. Ia menjelaskan bahwa pecahnya ujung kaca meja tersebut merupakan murni kecelakaan, tanpa unsur kesengajaan.
“Tidak benar ada insiden mengamuk atau tindak kekerasan apa pun. Itu murni kecelakaan. Cincin yang saya pakai tidak sengaja membentur meja saat saya sedang menjelaskan sesuatu. Saya mohon maaf jika menimbulkan kegaduhan,” tegas Hairis.
Meski Hairis telah memberikan klarifikasi, insiden ini tetap menjadi perhatian publik dan internal partai, mengingat pentingnya etika dan sikap representatif dari seorang wakil rakyat. (f1/sb)