Kotim Sulit Cari Calon Murid SD untuk Bersekolah di Sekolah Rakyat
SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, mengakui, ada kesulitan dalam mencari siswa Sekolah Dasar (SD) untuk dimasukkan ke Sekolah Rakyat, terutama karena beberapa faktor seperti keberatan orang tua terhadap sistem asrama.
"Kekhawatiran orang tua terutama SD terhadap sistem sekolah berasrama jadi penyebab utama rendahnya minat orang tua, untuk mendaftarkan anaknya bersekolah di sekolah rakyat,” kata Irawati, Kamis (17/7/2025).
Irawati menjelaskan, untuk sekolah Rakyat di Kotim memiliki kuota 50 siswa SD dan 50 siswa SMA, dengan masing-masing dua rombongan belajar (Rombel). Untuk tingkat SD belum terpenuhi namun untuk SMA justru kelebihan peminat.
"Untuk jenjang SD, kami baru mendapat 14 anak. Padahal minimal harus 25 anak dalam satu rombongan belajar. Untuk SMA malah lebih kuotanya yang mendaftar yaitu 55 siswa," kata Irawati,
Nenurutnya, program ini merupakan solusi pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang putus sekolah.
Namun pihaknya juga harus evaluasi bagaimana menarik minat masyarakat agar bersedia menyekolahkan anak-anaknya ke sini.
"Termasuk dorongan dari orang tua juga sangat penting,” jelasnya.
Irawati juga menyoroti kebutuhan pendamping khusus bagi siswa SD yang masih kecil dengan mengusulkan wali asuh atau baby sitter berasal dari daerah Kotim.
"Kami usulkan wali asuhnya dari Kotim sendiri, agar lebih memahami karakter dan lingkungan anak-anak di sini. Kalau dari luar daerah, kami khawatir tidak bisa menyesuaikan," ucapnya.
Irawati menambahkan, pendekatan kepada masyarakat akan terus dilakukan, terutama di Kecamatan Baamang, agar program ini tidak gagal karena minimnya dukungan.
"Saya sempat menemui anak yatim piatu yang tinggal dengan acil-nya. Tapi belum mau ikut karena acilnya merasa kasihan melepas.
Padahal ini program baik yang harus dimanfaatkan," imbuhnya.
Irawati berharap masyarakat lebih terbuka terhadap program ini, sehingga tidak hanya anak usia SMA saja yang tertampung, tetapi juga anak-anak usia SD yang sangat membutuhkan pendampingan pendidikan sejak dini. (f1/sb)