Wabup Kotim Imbau Warga Waspada Buaya saat Jam Salat, Usai Nenek Diserang di Sungai
SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya, terutama pada jam-jam rawan seperti waktu salat Magrib, Isya, dan Subuh.
Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tragis yang menimpa seorang nenek berusia 62 tahun di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), yang diserang buaya saat sedang beraktivitas di pinggir sungai pada Senin dini hari (21/7/2025).
"Kami minta masyarakat di pinggiran sungai, seperti di Sampit, Samuda, dan Bagendang, untuk lebih berhati-hati. Kadang kita lihat kondisi terlihat aman, tapi ternyata tidak," ujar Irawati.
Ia mengingatkan agar aktivitas mandi, cuci, dan buang air (MCK) di sungai dikurangi sebisa mungkin, mengingat sudah sering terjadi kasus serangan buaya, terutama pada jam-jam tertentu yang disebut sebagai "jam lapar buaya".
"Contohnya jam-jam salat seperti Magrib, Isya, dan Subuh. Itu waktu-waktu rawan karena buaya sering muncul dalam kondisi lapar. Sebaiknya aktivitas MCK dilakukan di rumah," jelasnya.
Lebih lanjut, Irawati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotim telah melakukan sosialisasi dan mengambil langkah konkret untuk mengurangi risiko serangan buaya. Salah satunya dengan pembangunan fasilitas kamar mandi bagi warga di bantaran sungai.
"Melalui pemerintah desa, pembangunan kamar mandi telah dilakukan. Data pembangunan sudah masuk, walau kami masih menunggu progres lengkapnya di lapangan," pungkas Irawati.
Pemkab Kotim berharap masyarakat lebih waspada dan mendukung upaya pemerintah dalam meminimalisasi potensi konflik manusia dan buaya, khususnya di kawasan yang diketahui menjadi habitat predator air tersebut. (f1/sb)