Pihak Gereja Terus Pembangunan, Meski Masalah Sudah Selesai
SB, SAMPIT - Permasalahan mengenai polemik penolakan pembangunan Gereja Kristen Pantekosta di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mentaya Hilir Utara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah selesai.
Meski demikian, pihak pembangunan akan terus mengawal hingga selesai.
Hal ini dikatakan Pendeta Gereja Kristen Pantekosta, Mirawati saat menghadiri audensi polemik penolakan bangunan gereja beserta Pemkab Kotim, toko agama dan adat, yang dipimpin langsung oleh Camat MHU Muslih.
"Semuanya sudah selesai dengan pemerintahan desa, pemerintahan kecamatan dan pemerintahan kabupaten. Artinya pembangunan gereja akan terus dikawal," kata Pendeta Mirawati.
Ia juga menanggapi mengenai surat penolakan dari Pemdes yang sempat viral akhir-akhir ini sudah ditanggapin oleh Pemerintah Kabupaten Kotim.
Ia berharap dengan persoalan ini kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara terutama umat beragama di wilayah Kotim untuk saling menghargai dan saling toleransi sesama masyarakat.
"Karena kita hidup di Indonesia ini berbagai macam suku, agama dan budaya. Kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa membeda-bedakan," jelasnya.
Sementara, mengenai jumlah jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia yang terdaftar di lingkungan Gereja Pantekosta Desa Sumber Makmur saat ini sudah mencapai 40 jemaat.
"Artinya bahwa 40 orang jemaat Pantekosta di Indonesia mendaftarkan diri sebagai anggota di jemaat kami untuk mengajukan pembangunan gereja," pungksnya. (f1/sb)