Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Selain Miliki 20 Unit Mesin HD, RSUD dr Murjani Sampit Juga Miliki Mesin RO

Redaksi 25-07-2025, 01:28 WIB 1 menit baca
Unit  Dialisis RSUD dr Murjani Sampit
Unit Dialisis RSUD dr Murjani Sampit

SB, SAMPIT - Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Noviany mengungkapkan layanan dialisis di RSUD Murjani memilik 12 mesin unit dialisis yang tersedia saat ini, hanya 11 yang dioperasikan secara reguler.

“Satu unit kami siagakan khusus untuk pasien emergency dari IGD maupun ruang rawat inap,” kata dr Yulia, Jumat (25/7/2025).

Ia menjelaskan awalnya dimulai hanya dengan enam unit mesin.

Kemudian pada tahun-tahun berikutnya meningkat menjadi 12 unit, dan saat ini pihaknya sedang bersiap menambah delapan unit baru sehingga total menjadi 20 unit.

Hal serupa juga akan diterapkan setelah penambahan delapan unit baru, di mana satu unit tetap disediakan untuk kebutuhan darurat.

Ini dilakukan setelah melalui proses panjang, mulai dari pengajuan usulan rekomendasi dari pernefri, pengajuan izin operasional, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

"Penambahan unit ini juga berdampak pada kebutuhan tenaga medis," ujarnya.

Menurutnya dengan bertambahnya mesin cuci darah ini pihak rumah sakit bisa memberikan pelayanan maksimal sehinggal tidak ada lagi yang keluar daerah.

“Semoga pelayanan bisa maksimal dan memudahkan masyarakat Kotim untuk melakukan cuci darah di daerah sendiri,” tuturnya.

Selain itu, rumah sakit juga memiliki mesin Water System Reverse Osmosis (RO) yang digunakan untuk mengolah air yang digunakan untuk cuci darah. Masing-masing mesin cuci darah dilengkapi dengan Mesin RO.

Ia menjelaskan lewat mesin ini air baku disuling untuk menjadi steril dan memenuhi standar untuk digunakan dalam proses cuci darah. Setiap proses cuci darah memerlukan 150 liter air steril.

”Semua unit sudah ditempatkan dengan luasan ruang 300 meter persegi. Dua unit mesin lain khusus untuk pasien cuci darah yang gawat darurat di ruang ICU. Namun, nantinya mesin cuci darah yang akan beroperasi sekitar 18 unit. Operasional mesin difungsikan bertahap, 12 mesin terlebih dahulu sambil menyesuaikan perawat yang ada,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard