Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Tingkatkan Pembelajaran, Guru SD di Kotim Pelajari Coding dan AI

Redaksi 25-07-2025, 06:17 WIB 1 menit baca
Puluhan guru saat mengikuti pelatihan Coding dan AI. (FOTO:ISTIMEWA)
Puluhan guru saat mengikuti pelatihan Coding dan AI. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Sebanyak 49 guru Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kotim mengikuti pelatihan insentif coding dan Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung selama 5 hari dari 21-25 Juli 2025.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Yayasan Hasnur Centre melalui program HAFECS ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.

"Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kapasitas guru dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis teknologi, terutama di jenjang pendidikan dasar," kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Jumat (25/7/2025).

Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengerjakan proyek-proyek teknologi yang bisa diterapkan di kelas.

Materi pelatihan meliputi pengenalan dasar pemrograman, penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran, hingga penerapan teknologi untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. 

Salah satu modul yang diberikan adalah Transformasi Kelas dengan Teknologi yang menekankan peran guru sebagai penggerak pembelajaran digital.

“Guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dengan pelatihan ini, mereka diharapkan mampu memandu siswa menjadi pribadi yang kreatif, berpikir kritis, dan siap bersaing di era digital,” tuturnya.

Kepala Departemen Kerjasama HAFECS, Hafidz Ridha Try Sjahputra, menjelaskan bahwa pelatihan ini disusun dengan pendekatan praktis.

Menurutnya, setiap guru diberi kesempatan untuk merancang proyek inovatif yang dapat langsung diimplementasikan di sekolah asal mereka.

“Pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tapi juga mendorong perubahan nyata di ruang kelas. Kami ingin guru menjadi pelaku utama dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi,” ujar Hafidz.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kotim mendorong literasi digital sejak dini, dimulai dari penguatan kompetensi guru sebagai kunci utama dalam pendidikan masa depan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard