Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tanggapi Keluhan Warga, Dinas SDABMBKPRKP Kotim Lakukan Pemeliharaan Jalan Pemuda

Redaksi 28-07-2025, 11:08 WIB 1 menit baca
Pemeliharaan Jalan Pemuda Sampit yang dilakukan oleh Pemerintah setempat. (FOTO:ISTIMEWA)
Pemeliharaan Jalan Pemuda Sampit yang dilakukan oleh Pemerintah setempat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) mulai melaksanakan pemeliharaan Jalan Pemuda di Kota Sampit sebagai respon atas keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang bergelombang dan membahayakan pengguna jalan.

Langkah ini dilakukan secara bertahap, dengan metode pemadatan dan pengerasan menggunakan agregat Cement Treated Base (CTB) untuk memperkuat struktur jalan sebelum dilanjutkan ke tahap pengaspalan.

“Kami berusaha mengoptimalkan apa yang menjadi aspirasi warga. Untuk saat ini, pengerasan dilakukan di titik-titik yang bergelombang,” ujar Alfian, Pengawas Lapangan dari Dinas SDABMBKPRKP, Senin (28/7/2025).

Pada tahap awal, penanganan difokuskan pada dua segmen jalan bergelombang yang dinilai cukup parah, yaitu sepanjang 250 meter dan 150 meter di kawasan Jalan Pemuda. Penimbunan dilakukan secara selektif pada spot-spot aspal yang mengalami gelombang signifikan.

“Jika pemadatan berjalan baik, dalam waktu sekitar 10 hari dan kondisi jalan sudah cukup padat, maka kami akan lanjutkan dengan pengaspalan permanen,” tambah Alfian.

Jalan Pemuda, terutama pada ruas antara lampu lalu lintas hingga SDN 2 Sawahan, memang menjadi salah satu titik rawan yang banyak dikeluhkan warga. Kondisi bergelombang tersebut kerap menimbulkan ketidaknyamanan hingga risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kotim untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran transportasi dalam kota. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard