seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kontingen Pulpis Siap Berlaga di PEDA KTNA XIV di Pangkalan Bun

by Redaksi - Tanggal 31-07-2025,   jam 09:47:06
Kontingen Pulpis mengikuti PEDA KTNA ke-XIV di Pangkalan Bun diberangkatkan. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PULANG PISAU Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, melalui Kepala Dinas Pertanian Godfridson, secara resmi melepas kontingen Kabupaten Pulang Pisau untuk mengikuti Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XIV yang digelar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (30/7/2025).

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa PEDA KTNA merupakan wahana konsolidasi dan pengembangan diri bagi para petani dan nelayan se-Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi sarana untuk berbagi informasi, membangun kemitraan, serta mempromosikan hasil pembangunan di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Melalui forum ini, para petani dan nelayan diharapkan bisa saling menginspirasi, memperkuat kepemimpinan, serta meningkatkan gairah terhadap pembangunan pertanian dan usaha agribisnis,” ujar Ahmad Rifa’i dalam sambutannya.

Kepala Dinas Pertanian, Godfridson, menambahkan bahwa tiga dinas ikut serta dalam mendampingi kontingen, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Ketahanan Pangan. Selain mengikuti perlombaan dan diskusi, kontingen Pulang Pisau juga menampilkan berbagai produk unggulan lokal di stand khusus sebagai bentuk promosi dan edukasi kepada masyarakat luas.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pertukaran informasi dan teknologi antarpetani dan nelayan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah,” jelas Godfridson. Ia juga berharap kontingen Pulang Pisau dapat kembali meraih prestasi seperti dalam PEDA sebelumnya, yang selalu masuk dalam lima besar.

Sementara itu, Ketua Kontingen PEDA KTNA XIV Pulang Pisau, Herson, menyampaikan bahwa kontingen yang diberangkatkan berjumlah 45 orang. Mereka membawa berbagai produk unggulan hasil pertanian dan perikanan daerah, seperti beras dan padi dari program food estate, serta produk olahan ikan seperti ikan kering.

“Beras dari Pangkoh sudah cukup dikenal, bahkan tidak hanya di Pulang Pisau, tetapi juga sampai Palangka Raya. Ini membuktikan keseriusan daerah dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” pungkas Herson. (sb/*)