Petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) Tangga Batu Kabupaten Lamandau yang berada di depan Pustu. FOTO: ISTIMEWA/SB
SB, NANGA BULIK – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati memberikan klarifikasi terkait viralnya dugaan kekosongan tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tangga Batu yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Rosmawati saat dikonfirmasi oleh awak media Senin (25/5/2026) mengatakan pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada pihak Puskesmas maupun petugas Pustu setelah video tersebut beredar luas di masyarakat.
"Saya sudah telepon ke Puskesmas dan Pustu untuk meminta konfirmasi serta meminta foto keterangan posisi tenaga kesehatan. Informasi yang saya terima, tenaga kesehatan ada di Pustu Tangga Batu pada pagi kemarin," ujarnya.
Ia menjelaskan, video yang viral tersebut baru diterimanya pada pagi hari dan hingga kini pihaknya masih menelusuri kapan sebenarnya terjadi dugaan kekosongan pelayanan kesehatan tersebut.
"Video itu juga baru kemarin pagi saya dikirimkan, jadi kami masih belum mengetahui pasti kapan terjadinya kekosongan tenaga kesehatan itu," tambahnya.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa pelayanan di fasilitas kesehatan desa seperti Polindes, Poskesdes, maupun Pustu memiliki jam pelayanan rutin yang mengikuti jam operasional kantor, yakni sekitar pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB selama hari kerja.
Namun demikian, tenaga kesehatan desa, terutama bidan dan perawat, tetap memiliki kewajiban untuk siaga melayani masyarakat di luar jam operasional apabila terjadi kondisi darurat.
Selain itu, tenaga kesehatan yang bertugas di desa juga diwajibkan tinggal atau menetap di wilayah penugasan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan sewaktu-waktu diperlukan.
"Petugas kesehatan desa harus siap siaga, terutama untuk kondisi darurat seperti ibu hamil akan melahirkan maupun pasien gawat darurat lainnya," tegas Rosmawati.
Menanggapi sorotan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab petugas kesehatan di tingkat desa agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Petugas Puskesmas Pembantu diharapkan selalu berada di tempat tugas, memberikan pelayanan yang ramah, cepat, serta tidak menunda penanganan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
Selain itu, komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan juga diminta terus diperkuat agar pelayanan kesehatan di desa dapat berjalan optimal dan kejadian serupa tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (BY/SB)