Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra dan Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid
SB,NANGA BULIK – Penurunan harga kelapa sawit yang belakangan dikeluhkan para petani mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Meski harga sawit saat ini mengalami penurunan, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama, pada Selasa (26/5/2026)
Dalam penyampaiannya, Bupati dan wakil bupati Lamandau didepan kepala dinas dan masyarakat dirinya optimistis harga sawit akan kembali membaik dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyebut, pemerintah bersama pihak perusahaan dan kementerian tengah membahas berbagai persoalan yang dinilai menjadi penyebab anjloknya harga sawit di tingkat petani.
"Harga sawit kita memang turun, tapi saya pastikan tiga bulan ke depan Insya Allah akan lebih baik dari harga kemarin," ujarnya.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik “under pricing” atau permainan harga dalam ekspor Crude Palm Oil (CPO) oleh oknum pengusaha nakal. Praktik tersebut dinilai berdampak terhadap penerimaan negara sekaligus mempengaruhi harga sawit di dalam negeri.
Ia menjelaskan, terdapat dugaan perusahaan yang menjual CPO contoh dengan harga sebenarnya mencapai 1.000 dolar per ton, namun dalam pencatatan administrasi hanya dilaporkan sekitar 700 dolar per ton.
"Ada selisih sekitar 300 dolar. Dampaknya tentu besar, termasuk terhadap pembayaran pajak dan penerimaan negara," jelasnya.
Pemerintah akan berupaya melakukan pembenahan terhadap tata kelola sawit agar harga kembali stabil dan petani tidak terus dirugikan. Selain itu, perhatian juga diarahkan kepada para petani mandiri agar memperoleh dukungan pupuk subsidi yang dapat meningkatkan produktivitas perkebunan mereka.
"Kami berharap para petani, terutama petani mandiri, bisa mendapatkan dukungan pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas. Ini menjadi tugas bersama," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung progres pembangunan infrastruktur, khususnya pekerjaan jalan prigi yang mulai kembali dilanjutkan tahun ini.
Disebutkan, proyek tersebut akan disusul tambahan anggaran sekitar Rp20 miliar dari pemerintah kabupaten.
"Pekerjaan jalan tersebut mulai berlanjut. Mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan sudah bagus dan layak dilalui masyarakat," pungkasnya.(BY/SB)