Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Rakor Lintas Sektor Penanganan Karhutla

Redaksi 04-08-2025, 07:59 WIB 1 menit baca
Wabup Kotim, Irawati saat membuka apel siaga dan geladi kesiapsiagaan karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati saat membuka apel siaga dan geladi kesiapsiagaan karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) semakin memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta menjadi aksi nyata dalam upaya mengurangi risiko bencana.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, Kotim pernah mengalami dampak berat pada tahun 2015, 2019, dan 2023, termasuk kerugian material, rusaknya lahan produktif dan gambut, meningkatnya kasus ispa serta terganggunya kehidupan masyarakat.

"Agar kebakaran hutan dan lahan tidak terulang, kita harus terus siaga dan mengantisipasi sejak dini," kata Irawati saat memimpin apel siaga dan gladi kesiapsiagaan bencana Karhutla, Senin (4/8/2025).

Data BMKG menunjukkan bahwa hingga 31 juli 2025, terdapat 130 titik hotspot dan 19,63 hektar lahan terbakar di Kotim.

Ancaman ini nyata,apalagi saat ini Kotim memasuki musim kemarau, di mana banyak lahan kering dan sumber air terbatas, sehingga potensi kebakaran semakin tinggi.

Sehubungan dengan penetapan status siaga darurat karhutla di Kotim selama 90 hari dari Agustus-29 Oktober 2025 ia mengajak seluruh OPD, TNI-Polri, BPBD , Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mengerahkan seluruh sumber daya untuk pencegahan dan penanganan karhutla.

Upaya yang telah dilakukan antara lain pengaktifan posko siaga di BPBD serta pos lapangan di 8 kecamatan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat peduli api, didukung pendanaan dari BPBD Povinsi Kalimantan Tengah.

"Saya berharap posko siaga dan poslap karhutla dapat bekerja maksimal, fokus pada pencegahan melalui patroli, edukasi, dan sosialisasi secara persuasif dengan melibatkan semua pihak," kata Irawati.

Ia menghimbau jika terjadi deteksi dini kebakaran, pemadaman harus dilakukan segera dan tanggap terhadap titik api sekecil apa pun.

"Prioritaskan deteksi dini dan pemantauan titik rawan sebagai langkah pencegahan utama," pungksnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard