70 Calon Paskibraka Kotim Dikarantina
SB, SAMPIT - Sebanyak 70 pelajar calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengikuti pendidikan dan pelatihan serta menjalani karantina selama 15 hari pada 4-18 Agustus 2025.
"Atas nama Pemkab Kotim mengapresiasi dan ucapan selamat terpilihnya kepada para calon Paskibraka yang telah terpilih mewakili putra-putri terbaik daerah untuk mengemban tugas mulia pada 17 Agustus mendatang," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Masri saat membuka kegiatan ini, Senin (4/8/2025).
Ia menambahkan, para calon paskibraka akan ditempa secara fisik dan mental oleh para pelatih profesional dari berbagai instansi, seperti Kodim 1015 Sampit, Polres Kotim, Brimob Polda Kalteng, Yonif 631 Antang, serta para pembina dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kotim.
Menurutnya tujuan lain dari kegiatan ini untuk membentuk kader pemimpin yang berkarakter Pancasila di masa depan.
"Oleh karena itu, kami berharap instansi terkait, khususnya Badan Kesbangpol, terus memperhatikan dan memotivasi mereka agar menjadi pelopor pembangunan dan teladan bagi generasi muda lainnya," tegasnya.
Masri juga mengingatkan para peserta agar siap secara fisik dan mental menghadapi tuntutan pelatihan yang tegas dan disiplin tinggi. Ia menekankan pentingnya kekompakan, keteguhan, serta tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas pengibaran bendera nanti.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kotim Eddy Hidayat Setiadi menuturkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon paskibraka ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Kita tentunya bersyukur pada hari ini kita sudah sampai ke tahapan penyelesaian pelatihan dan pendidikan. Tidak ada permasalahan yang berarti. Harapannya, saat mereka bertugas nanti, bisa melaksanakan dengan baik," ungkap Eddy.
Menurutnya, meski kegiatan ini bersifat jangka pendek, namun memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda.
"Tujuan besarnya adalah mempersiapkan generasi muda yang berkarakter Pancasila. Dari yang tadinya baik menjadi lebih baik, dari yang kurang baik bisa berubah menjadi lebih positif. Setelah menjadi purna nanti, mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," tambahnya.
Eddy juga menyebutkan beberapa materi utama dalam pelatihan, seperti nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, revolusi mental, kepemimpinan, serta edukasi tentang bahaya narkoba (f1/sb)