Antrean Layanan Pasien HD Masih Panjang, 273 Pasien Menunggu Giliran
SB, SAMPIT – Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengungkapkan bahwa antrean layanan Hemodialisis (HD) atau cuci darah di rumah sakit tersebut masih sangat panjang. Per Selasa (5 Agustus 2025), sebanyak 273 pasien gagal ginjal tercatat masih dalam daftar tunggu untuk mendapatkan layanan HD.
"Waktu tunggu untuk mendapatkan layanan HD tidak bisa dipastikan secara pasti karena sangat bergantung pada kondisi pasien aktif yang masih menjalani perawatan," jelas dr Yulia.
Ia menambahkan bahwa pergantian pasien HD biasanya hanya terjadi jika pasien meninggal dunia atau berhenti menjalani terapi karena pindah layanan.
Saat ini, dari total 816 pasien gagal ginjal yang tercatat sejak tahun 2017 hingga 2025, sebanyak 473 pasien telah aktif menjalani hemodialisis secara rutin, sementara 273 pasien lainnya masih mengantre. Dari jumlah tersebut, 216 pasien berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan 57 pasien berasal dari luar daerah.
“Selama pasien aktif masih sehat dan rutin menjalani HD serta kontrol ke dokter, maka antrean tidak akan cepat bergerak,” tambahnya.
dr Yulia juga menekankan bahwa keberlangsungan hidup pasien HD sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan menjalani terapi serta pola hidup yang sehat.
Menanggapi tingginya permintaan, RSUD dr Murjani terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan HD, baik dari penambahan alat dan fasilitas, maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Kami menyadari bahwa permintaan layanan hemodialisis setiap tahun terus meningkat, sehingga perlu strategi dan penguatan kapasitas agar layanan tetap optimal,” ujarnya.
RSUD dr Murjani Sampit merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Kotim dan sekitarnya. Oleh karena itu, beban layanan hemodialisis tidak hanya datang dari pasien lokal, tetapi juga dari luar daerah.
Pihak rumah sakit pun mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan ginjal dengan pola hidup sehat, agar bisa mencegah risiko gagal ginjal kronis yang berujung pada ketergantungan terhadap layanan cuci darah. (f1/sb)