Pemkab Kotim Gelar Nobar dan Diskusi Film Ternyata Aku Korban untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film “Ternyata Aku Korban” pada Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kotim, Muhammad Saleh, mewakili Bupati Kotim, Halikinnor.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas 20/20 Vision dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Kabupaten Kotim.
Dalam sambutannya, Muhammad Saleh menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif luar biasa dari penyelenggara yang dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda.
“Kegiatan nobar ini adalah upaya bersama untuk membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung bagi anak dan remaja kita,” ujar Muhammad Saleh.
Ia menegaskan bahwa film yang ditonton bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan realitas yang perlu disikapi bersama. Isu perundungan atau bullying, menurutnya, telah menjadi tantangan serius yang berdampak bukan hanya pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan masa depan anak-anak.
“Setiap hari kita melihat berita kekerasan terhadap anak, baik di rumah, di jalan, bahkan di sekolah. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” lanjutnya.
Mengacu pada hasil Asesmen Nasional tahun 2024, tercatat bahwa 3 dari 5 anak di sekolah berpotensi mengalami kekerasan. Data tersebut menjadi peringatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi pelaksanaan regulasi, khususnya Permendikbud No 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.
Muhammad Saleh juga menghimbau agar Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah menjalankan seluruh program pencegahan secara aktif, serta memahami tata laksana penanganan kasus perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap kita semua orang tua, pendidik, dan masyarakat bisa menjadi lebih peka, peduli, dan proaktif dalam mencegah serta menangani bullying,” jelasnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para siswa agar tidak pernah merasa sendiri ketika mengalami perundungan.
“Berbicaralah! Laporkan! Kalian berhak atas rasa aman dan dihargai,” tegasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan untuk menjadikan momen tersebut sebagai tonggak komitmen bersama menciptakan Kabupaten Kotawaringin Timur yang lebih peduli, lebih ramah, dan lebih aman bagi anak-anak dan remaja. (f1/sb)