Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Rancang Kerjasama dengan UIN Palangka Raya untuk Pembangunan Asrama Mahasiswa

Redaksi 08-08-2025, 09:29 WIB 2 menit baca
Pj Sekda Kotim, Masri saat menerima kunjungan dari UIN Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pj Sekda Kotim, Masri saat menerima kunjungan dari UIN Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya untuk pembangunan asrama khusus bagi mahasiswa asal Kotim. Rencana ini saat ini masih dalam tahap penjajakan dan ditargetkan mulai dirancang pada tahun 2026.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, menyampaikan bahwa pembangunan asrama tersebut penting sebagai bentuk fasilitasi dan dukungan kepada mahasiswa daerah, sekaligus untuk meringankan beban biaya tempat tinggal serta menjamin kenyamanan dan keamanan selama masa studi.

“Mahasiswa asal Kotim yang kuliah di UIN Palangka Raya jumlahnya paling banyak. Maka kami ingin memfasilitasi mereka dengan membangun asrama, supaya mereka tidak perlu mengontrak sendiri-sendiri. Dengan tinggal di asrama, mereka lebih terjaga dan bisa fokus belajar,” ujar Masri, Kamis (7/8/2025).

Masri menambahkan bahwa Pemkab Kotim sebelumnya telah menjalin kerja sama serupa dengan Universitas Palangka Raya (Unpar), yakni dengan menyewa tanah dan bangunan untuk dijadikan asrama mahasiswa asal Kotim. Konsep kerja sama dengan UIN Palangka Raya pun akan mengikuti pola yang sama.

“Saat ini masih dalam proses penjajakan. Karena anggaran perubahan tahun ini tidak memungkinkan, maka perencanaannya akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan. Jika berjalan lancar, pembangunan asrama ditargetkan mulai tahun 2027,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rencana ini adalah bentuk nyata komitmen Pemkab Kotim dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.

“Ini adalah upaya kami agar mahasiswa Kotim yang menempuh pendidikan di UIN Palangka Raya bisa mendapatkan fasilitas yang layak dan fokus pada studi mereka,” imbuh Masri.

Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa asal Kotim memang mendominasi jumlah mahasiswa yang menempuh studi di UIN Palangka Raya, sehingga keberadaan asrama akan sangat membantu.

“Minat masyarakat Kotim untuk kuliah di UIN sangat tinggi. Dari data kami, mahasiswa terbanyak memang berasal dari Kotim. Maka ketika pemerintah daerah menyampaikan rencana pembangunan asrama, kami sangat mendukung. Lahannya sudah tersedia, bersertifikat, dan aman,” jelasnya.

Ahmad Dakhoir juga menjelaskan bahwa saat ini UIN Palangka Raya telah memiliki fasilitas Pesantren Kampus bagi mahasiswa tahun pertama. Namun, untuk tahun kedua dan seterusnya, mahasiswa biasanya harus mencari tempat tinggal sendiri.

“Keberadaan asrama ini akan menjadi solusi jangka panjang. Kami akan perdalam lagi kerja sama ini, termasuk teknis pengelolaan asrama ke depannya. Harapan kami, Pemkab Kotim dapat merealisasikan rencana ini, karena kebutuhan akan asrama memang cukup mendesak,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard