Lewati ke konten utama
Bisnis

Kisah Abah Nia Berkeliling Kampung Mencari Buah Durian

Redaksi 10-01-2023, 11:28 WIB 2 menit baca
Abah Nia saat melayani pembeli durian di lapak dagangannya di Jalan Trans Kalimantan Desa Anjir Pulang Pisau, Selasa (10/1/2022). FOTO : SEPUTAR BORNEO
Abah Nia saat melayani pembeli durian di lapak dagangannya di Jalan Trans Kalimantan Desa Anjir Pulang Pisau, Selasa (10/1/2022). FOTO : SEPUTAR BORNEO

SB, PULANG PISAU - Jika anda melintas di jalan Trans Kalimantan Desa Anjir Pulang Pisau akan menemukan beberapa lapak pedagang buah-buahan. Mulai dari buah durian, rambutan, cempedak, manggis dan lainnya.

Salah satunya, Abah Nia (54). Berbekal meja seadanya, ia menjajakan barang dagangannya.

Menurut ceritanya, ia mengaku dapat meraup keuntungan Rp. 300 ribu setiap kali berjualan buah durian.

"Setiap kali saya berjualan. Saya dapat meraup keuntungan kurang lebih Rp. 300 ribu. Jika dijual secara eceran. Tetapi jika dijual partai (borongan) hanya dapat keuntungan lebih kurang Rp. 150 ribu," ucapnya saat ditemui, Selasa (10/1/2023).

Perjuangan untuk mendapatkan keuntungan tersebut tidaklah mudah. Karena ia mengaku setiap jam 02.00 Wib sudah keluar dari rumahnya.

Modal yang ia bawa setiap mencari buah durian sekitar Rp. 2 juta. Dengan mengendarai sepeda motor Ia berkeliling mencari buah durian. 

"Jam 02.00 Wib saya sudah keliling dari Desa Mintin sampai Desa Buntoi untuk membeli buah durian dari warga," ucapnya.

Setelah selesai berkeliling mencari buah durian, kata Abah Nia, langsung menggelar dagangan dengan lapak seadanya di Jalan Trans Kalimantan tepatnya Desa Anjir Pulang Pisau hingga tengah hari.

Untuk mendapatkan durian yang bagus, ia pun mengaku, selalu membawa senter dan satu ikat sapu lidi sebagai alat bantu mengecek dan membersihkan durian tersebut.

Meski sudah teliti. Terkadang juga masih dapat buah yang kurang baik. Seperti berlubang di makan tupai ataupun yang pecah.

"Mau bagaimana lagi. Meskipun kita sudah sangat teliti dan hati-hati. Kadang-kadang juga dapat buah yang kurang baik sehingga akan mengurangi keuntungan," tandasnya.

Kendati begitu, ia selalu bersyukur dengan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Karena, lanjut Abah Nia, hasil yang didapat dari usahanya berdagang buah durian dapat menghidupi keluarganya dan lainnya.

"Yang terpenting dalam menjalankan profesi berdagang durian yang sudah di tekuni hampir 15 tahun ini, ia selalu memegang prinsip jujur dan tidak mau membuat pelanggannya kecewa," pungkasnya. (dm)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard