Pemkab Kotim Berencana Studi Tiru Pengelolaan Anggaran Bandara Baru di Singkawang
SB, SAMPIT - Pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana akan melakukan studi tiru ke Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat yang sukses membangun bandara baru.
Bupati Kotim Halikinnor mengungkapkan, studi tiru ini dilakukan mengetahui pengelolaan pembangunan bandara melalui skema pembiayaan gabungan antara APBD, dana tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan dan APBN.
Dikatakan dia, Pemkab Kotim menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk mewujudkan terealisasinya rencana pelebaran dan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit.
"Contoh di Singkawang, dana dari dunia usaha dan APBD bisa mencapai Rp35-50 miliar. Setelah studi tiru nanti, kita akan mengundang pihak swasta untuk ikut berkontribusi," kata Halikinnor, Jumat (15/8/2025).
Proyek strategis ber ini dinilai sulit terwujud jika hanya mengandalkan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat kondisi keuangan pusat sedang dalam masa efisiensi.
Skema yang disiapkan adalah pembagian porsi pembiayaan, misalnya dari total Rp200 miliar, sebagian ditanggung APBD dan CSR perusahaan, sementara sisanya dari APBN.
"Pola ini kita yakin mampu mempercepat proses realisasi sekaligus meringankan beban pemerintah pusat," jelasnya.
Sementara untuk Persoalan pembebasan lahan sudah tuntas. Termasuk ganti rugi senilai Rp1,8 miliar untuk pemindahan aset pihak ketiga (APK) yang telah dibayarkan sesuai putusan pengadilan.
"Pembebasan lahan yang sebelumnya menolak kini sudah menerima. Lahan sudah clear, tinggal mencari pendanaan," ujarnya.
Ia juga menilai, proyek pelebaran dan perpanjangan runway sangat vital, tidak hanya demi peningkatan kapasitas dan keselamatan penerbangan, tetapi juga sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi di Kotim. (f1/sb)