seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Warga Kotim Hilang Secara Misterius, Operasi SAR Dihentikan Setelah 7 Hari

by Redaksi - Tanggal 25-08-2025,   jam 09:37:07
Tim SAR ketika melakukan pencarian di hutan seorang warga Tumbang Kania yang dikabarkan hilang. (FOTO:BASARNAS) Tim SAR ketika melakukan pencarian di hutan seorang warga Tumbang Kania yang dikabarkan hilang. (FOTO:BASARNAS)

SB, SAMPIT – Jamur (45) warga Desa Tumbang Kania, Kcamatan Bukit Santui, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hilang secara misterius sejak Senin (11/08/2025). Meskipun telah dilakukan pencarian intensif selama tujuh hari oleh Tim SAR Gabungan, keberadaan korban masih belum ditemukan.

Koordinator Lapangan Basarnas, Ridwan, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan secara maksimal sejak informasi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya.

“Berbagai upaya pencarian bersama warga dengan menyusuri hutan dan sungai telah kami lakukan selama tujuh hari, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Sebelum melibatkan Basarnas, pencarian telah lebih dulu dilakukan oleh warga Desa Tumbang Kania selama enam hari. Setelah itu, kasus ini dilaporkan ke pihak berwenang dan ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Pos SAR Sampit yang kemudian melibatkan unsur SAR lain, termasuk aparat desa dan keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA. Alit Supartana, mengatakan bahwa keputusan penutupan operasi SAR diambil setelah evaluasi dan koordinasi bersama seluruh unsur terlibat.

“Kami telah berupaya maksimal melakukan pencarian hingga hari ketujuh. Namun, setelah berkonsultasi dengan keluarga korban, warga, dan aparat desa, diputuskan bahwa operasi SAR ditutup dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan,” jelasnya.

Meski operasi resmi ditutup, Alit menegaskan bahwa pencarian dapat dibuka kembali jika ditemukan petunjuk baru.

“Kami tidak menutup kemungkinan akan melanjutkan pencarian apabila ada tanda-tanda keberadaan korban,” tambahnya.

Sebagai penutup, Alit menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras Tim SAR Gabungan selama tujuh hari ini. Semoga upaya kita menjadi ladang ibadah, dan semoga keberadaan korban segera ditemukan,” pungkasnya. (sb)