seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bersihkan Tando Air, ABK Kapal Jatuh dan Hilang di Perairan Mentaya

by Redaksi - Tanggal 30-08-2025,   jam 12:33:15
Tim gabungan saat apel persiapan pencarian korban. (FOTO: 
ISTIMEWA) Tim gabungan saat apel persiapan pencarian korban. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) tongkang bernama Bagus Isgiyanto dilaporkan jatuh saat hendak membersihkan tandon air di Sungai Mentaya, tepatnya di wilayah perairan Kampung Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 17.45 WIB.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi ketika korban bersama beberapa rekannya sedang melakukan rutinitas perawatan kapal. Saat membersihkan tandon air, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Multazam membenarkan kejadian ini. Saat ini masuk hari ke dua pencarian korban.

"Betul. Ini pencarian hari ke dua dari gabungan tim Pos SAR Sampit," ujar Multazam, Sabtu (30/8/2025).

Ia menjelaskan, insiden ini terjadi ketika TB Satria Raya dengan gandengan TK Karya Maju Turun dari PT NSP Parenggean hendak menuju Kota Sampit, namun naas terjadi kecelakaan saat melintang kampung teluk tewah.

"Ketika korban hendak membersihkan tandon air tawar /tangki harian, tiba-tiba lompat dari top deck tongkang kebawah geladak sisi kiri tongkang, selang berapa detik langsung melompat ke air," terang Multazam.

Pada kejadian, insiden itu di saksikan oleh juragan kapal Asis Karya Sejati yang masih bergantung di buritan tongkang Karya Maju.

Kawan-Kawan sudah berusaha menolong dengan melemparkan life jaket dan juragan kapal asis melemparkan galon. Tapi tidak bisa dijangkau oleh korban.

"Korban sempat terlihat oleh rekan-rekannya, namun karena arus cukup deras, tubuhnya langsung terbawa," tambahnya.

Kejadian itu segera dilaporkan ke aparat kepolisian dan tim Basarnas. Petugas gabungan bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian dengan menyusuri perairan Teluk Tewah.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Multazam berharap korban agar segera bisa ditemukan.

"Hingga saat ini kami masih berupaya. Kami berharap korban segera ditemukan," harapnya. (f1/sb)