Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Bupati Gumas Hadiri SustainPalm Annual Meeting di Bogor

Redaksi 08-09-2025, 09:39 WIB 2 menit baca
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menghadiri kegiatan SustainPalm Annual Meeting yang digelar di IPB International Convention Center, Bogor. (FOTO:DISKOMINFO)
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menghadiri kegiatan SustainPalm Annual Meeting yang digelar di IPB International Convention Center, Bogor. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, BOGOR - Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menghadiri kegiatan SustainPalm Annual Meeting yang digelar di IPB International Convention Center, Bogor. Kehadiran Bupati Jaya menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam mendukung pengembangan praktik kelapa sawit yang berkelanjutan, sejalan dengan potensi besar yang dimiliki oleh daerah tersebut.

Proyek SustainPalm merupakan bentuk kerja sama strategis antara Indonesia dan Belanda yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan solusi inovatif dalam praktik budidaya kelapa sawit yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inklusif bagi petani kecil.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, antara lain IPB University, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Wageningen University and Research (WUR), dan Van Hall Larenstein University of Applied Sciences (VHL). SustainPalm juga didukung oleh Kementerian Luar Negeri Belanda dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

“Kehadiran saya dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk melihat peluang yang bisa diterapkan di Kabupaten Gunung Mas. Daerah Gumas memiliki lahan dan pabrik sawit yang sudah ada, dan ini menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Bupati Jaya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, dalam sambutannya menegaskan pentingnya riset kolaboratif seperti SustainPalm untuk menjamin masa depan industri sawit nasional yang lebih berkelanjutan.

“Salah satu fokus kami adalah memanfaatkan limbah sawit menjadi produk bernilai guna. From waste to wealth, sebagai bagian dari pendekatan circular economy,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Arif menegaskan bahwa SustainPalm merupakan perjalanan kolaboratif yang membuktikan sektor sawit bisa menjadi penopang kehidupan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

“Walaupun proyeknya berakhir, semangat kolaborasi dan nilai-nilai keberlanjutan harus terus hidup,” tegasnya.

Salah satu hasil riset unggulan dalam proyek ini adalah Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA), yang menggabungkan budidaya sawit dengan peternakan sapi untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani. Selain itu, SustainPalm juga mendorong praktik intercropping (tumpang sari) seperti penanaman pisang, kacang koro, dan kopi di lahan sawit, guna meningkatkan produktivitas, memperbaiki kesuburan tanah, dan mendukung pengendalian hama secara alami.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kemenko Perekonomian RI Dida Gardera, Program Manager SustainPalm, Prof Jan Verhagen, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda Joost van Uum, serta perwakilan mitra perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.

Bupati Jaya berharap bahwa hasil riset dan inovasi dari proyek SustainPalm dapat menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam merancang kebijakan pengelolaan sawit yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing daerah di masa depan. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard