Siti Nafsiah Soroti Kondisi Pendidikan di Daerah Terpencil, Apresiasi Inovasi SMPN 3 Katingan Kuala
SB, PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya, Siti Nafsiah, menyoroti kondisi pendidikan di daerah terpencil usai melakukan kegiatan reses di wilayah tersebut.
Salah satu temuan pentingnya berasal dari kunjungan ke SMP Negeri 3 Katingan Kuala, yang terletak di Desa Subur Indah, Kabupaten Katingan. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak, namun justru menemukan semangat luar biasa dari para guru dan siswa.
“Bangunan sekolahnya memang sangat memprihatinkan karena berada di desa terpencil. Tapi kepala sekolah, guru, dan siswanya sangat kreatif. Mereka memanfaatkan lahan sekitar dengan menanam bawang dayak hingga kunyit,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Lebih lanjut, Siti mengapresiasi inovasi pertanian sekolah yang ternyata mendapat dukungan dari PT Pagatan Usaha Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang karbon. Tanaman hasil budidaya sekolah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, dan menjadi inovasi yang mendapat perhatian di tingkat nasional. Bahkan, sekolah ini menerima undangan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menerima penghargaan atas kreativitasnya.
Meski demikian, ia menyoroti bahwa akses menuju sekolah masih menjadi hambatan utama. SMPN 3 Katingan Kuala hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai dengan perahu, dengan berbagai tantangan yang harus dilalui.
“Sekolah ini seakan terisolasi dari dunia luar. Walaupun kewenangan SMP ada di tingkat kabupaten, Pemerintah Provinsi Kalteng tetap harus ikut memperhatikan, agar dari segi infrastruktur bisa lebih layak,” tegasnya.
Siti Nafsiah juga mendorong agar kreativitas yang ditunjukkan oleh pihak sekolah bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di daerah terpencil.
“Pendidikan di pelosok jangan sampai tertinggal. Pemerintah harus memberi perhatian lebih, tidak hanya di kota besar. Pendidikan adalah ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (sb/*)