Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Tiwah Masal Jadi Agenda Budaya Akhir Tahun di Gunung Mas

Redaksi 13-10-2025, 10:15 WIB 2 menit baca
Ahmadi
Ahmadi

SB, KUALA KURUN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gunung Mas melalui Bidang Kesenian menetapkan pelaksanaan Tiwah masal di empat desa sebagai bagian dari agenda kebudayaan penting menjelang akhir tahun 2025.

Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Gunung Mas, Ahmadi, yang mewakili Kepala Disbudpar Hansli Gonak, menyampaikan bahwa satu desa telah lebih dulu melaksanakan ritual Tiwah pada awal September, yakni Desa Tumbang Jutuh.

"Sementara tiga desa lainnya akan menggelar tabuh Tiwah dalam waktu dekat," ujarnya saat ditemui di Kuala Kurun, Senin (13/10/2025).

Ritual Tiwah selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Desa Rangan Tate di Kecamatan Mihing Raya, Ulek Luang di Kelurahan Tehang), dan Desa Tumbang Bahanei (Kecamatan Rungan Barat), seluruhnya akan dilaksanakan pada bulan November 2025.

Ahmadi menjelaskan bahwa Tiwah masal merupakan salah satu bentuk pelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak yang terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Bidang Kesenian turut berperan dalam pembinaan, koordinasi, serta penyaluran bantuan hibah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antara panitia pelaksana di desa dengan Disbudpar, terutama terkait rundown acara, tata laksana ritual, dan penjadwalan tabuh Tiwah.

“Kami mohon agar pelaksana selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Disbudpar agar pelaksanaan Tiwah dapat berjalan maksimal. Ini juga berkaitan dengan bantuan yang kami salurkan,” jelasnya.

Disbudpar Gunung Mas menyalurkan bantuan hibah sebesar Rp81 juta yang dialokasikan untuk mendukung Laluh Basir, yaitu sembilan Basir (tokoh adat) yang memimpin jalannya ritual di setiap desa.

Agar bantuan dapat disalurkan tepat waktu, informasi pelaksanaan wajib disampaikan selambat-lambatnya satu minggu sebelum tabuh dimulai.

“Kami ingin pelaksanaan Tiwah tidak hanya berjalan baik dari sisi adat, tapi juga tertib dalam administrasi dan koordinasi. Karena itu, kami tekankan kedisiplinan dalam penyampaian jadwal,” tambah Ahmadi.

Ia berharap, melalui pelaksanaan Tiwah masal ini, masyarakat Dayak di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau semakin kuat dalam menjaga nilai budaya, spiritualitas, serta kebersamaan. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard