Lewati ke konten utama
Provinsi

Antrean Panjang di SPBU Jenderal Sudirman, Lurah MB Hilir: Sudah Kami Tata, Tapi Masih Kurang

Redaksi 16-10-2025, 09:42 WIB 2 menit baca
Lurah MB Hilir, Rita Purwanto
Lurah MB Hilir, Rita Purwanto

SB, SAMPIT – Antrean panjang kendaraan yang mengular di depan SPBU Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan Telkom, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat kendaraan itu.

Lurah MB Hilir, Rita Purwanto, mengakui bahwa fenomena tersebut kerap terjadi, terutama saat permintaan bahan bakar minyak (BBM) meningkat tajam.

“Memang di lokasi itu banyak kendaraan yang antre untuk mengisi BBM. Kami juga tidak memungkiri kalau area itu sering padat karena aktivitas kendaraan cukup tinggi,” ujar Rita, Rabu (15/10/2025).

Sebagai bentuk respons, pihak kelurahan telah melakukan koordinasi dan upaya penataan agar antrean tidak semakin mengganggu lalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan kosong di samping SPBU sebagai tempat parkir sementara.

“Kemarin sudah saya arahkan agar lahan di samping pom, baik sisi kiri maupun kanan, dijadikan tempat parkir. Sekarang lahan itu sudah digunakan,” jelasnya.

Namun demikian, saat terjadi lonjakan kendaraan, kapasitas lahan parkir tersebut masih dinilai belum mencukupi.

“Beberapa hari lalu ada pihak dari truk yang menemui kami dan menyampaikan rencana untuk menguruk lahan tambahan di samping SPBU agar bisa digunakan sebagai tempat parkir mereka,” tambahnya.

Rita juga menjelaskan bahwa kendaraan yang biasanya memarkir di pinggir jalan adalah mobil-mobil pribadi, bukan truk besar. Untuk kendaraan truk, mereka telah memiliki area parkir tersendiri yang lebih tertata.

“Kalau untuk truk, posisinya sudah rapi dan punya lahan sendiri. Yang di pinggir jalan itu kebanyakan mobil pribadi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa persoalan antrean panjang di SPBU bukan hanya terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, namun juga di sejumlah titik lainnya di Kota Sampit, bahkan hingga ke wilayah kecamatan.

“Kondisi seperti ini tidak hanya di kota, tapi juga di beberapa kecamatan lainnya. Jadi memang fenomenanya hampir merata,” ungkapnya.

Rita berharap ke depan Dinas Perhubungan serta pengelola SPBU dapat menjalin koordinasi yang lebih intens untuk menata area antrean dan parkir agar tidak mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan umum.

“Kami dari kelurahan hanya bersifat mendukung dan memantau. Dinas teknis yang lebih berwenang tentu bisa menindaklanjuti agar penataan lebih maksimal,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard