Ketua BPD Lampuyang, Sahamudin menunjukkan bukti laporan saat diwawancarai di sekretariat PWI Kotim. FOTO: ISTIMEWA
SB, SAMPIT - Ketua Bumdes Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim, berinisial MA diduga menggelapkan dana mencapai Rp800 juta yang bersumber dari hasil penjualan gabah ke Bulog oleh para petani.
Warga pun melaporkan kasus ini ke Polres Kotim setelah MA menghilang dan tak diketahui keberadaannya.
Ketua BPD Lampuyang, Sahamudin, mengatakan bahwa kerja sama jual beli gabah ini awalnya berjalan lancar. Pembayaran dan pembagian hasil pun sempat diterima sesuai kesepakatan.
Namun mencurigakan ketika pencairan tahap pertama dan kedua, MA tak pernah lagi menyampaikan laporan maupun hasil penjualan.
"Kami cek langsung ke Bulog, ternyata uang hasil penjualan sudah ditransfer semua kepada MA. Tapi kepada kami tidak pernah disampaikan," kata Sahamudin, Selasa (11/11/2025).
Sahamudin bersama Ketua Koperasi Desa Merah Putih Lampuyang, sempat berusaha mencari MA, baik lewat telepon maupun menemui keluarganya namun hasilnya nihil.
"Sampai sekarang keberadaannya belum diketahui. Kami masih berharap ada itikad baik untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lampuyang, Muksin, membenarkan laporan tersebut dan mengatakan kasus ini telah disampaikan ke pihak berwajib untuk langkah lanjutan.
Tak hanya itu sejumlah petani juga merasa dirugikan MA diduga menunggak pembayaran hasil penggilingan padi milik warga hingga kerugian antara Rp3 juta hingga Rp7 juta per orang.
Warga berharap kejelasan segera muncul dan dana yang hilang bisa dipertanggungjawabkan. (f1/SB)