Seorang Pria di Sampit Tersengat Listrik, Saat Memperbaiki Papan Reklame
SB, SAMPIT- Seorang pria Suridin (52) warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami luka bakar serius setelah tersengat arus listrik saat memperbaiki papan reklame di Jalan MT Haryono, Selasa (11/11/2025).
Korban diketahui tengah melakukan perbaikan pada bagian atas papan reklame seorang diri.
Saat kejadian, ia tidak menggunakan alat pelindung dan diduga terlalu dekat dengan jaringan listrik yang melintang di sekitar lokasi.
Saksi mata Masur, menuturkan dirinya mendengar teriakan korban yang meminta tolong sesaat setelah tersengat listrik.
Ia bersama rekan-rekannya yang sedang bekerja di seberang jalan langsung bergegas menolong.
"Dia sempat berteriak minta tolong saat tersengat. Begitu dengar, kami langsung lari ke arah sana," ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Melihat kondisi korban masih menempel di papan reklame, anak buah Marsuki segera memutus aliran listrik dari saklar yang berada di bawah baliho untuk mencegah sengatan lanjutan.
"Begitu kami tahu dia tersengat, anak buah saya langsung memutus saluran listrik di bawah baliho," ungkapnya.
Korban kemudian berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) bersama pihak kepolisian.
Ia mengalami luka bakar cukup parah di beberapa bagian tubuh dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Azis, anak korban, mengatakan ayahnya tengah melepas pemasangan baliho yang kurang pas. Hal itu yang membuat korban nekat bekerja sendiri.
Tanpa disadari, ada kabel listrik otomatis yang ada di baliho yang terkoyak dan menyentuh besi penyangga baliho.
Korban yang masih tengah menginjak besi penyangga langsung tersengat listrik dan jatuh ke arah kiri, sehingga membuat kaki hingga tangan kirinya mengalami luka bakar dan kulit terkelupas.
"Biasanya beliau bekerja berdua. Waktu itu beliau hendak melepas baliho yang miring jadi bekerjanya sendiri," jelasnya.
Lanjutnya, dokter di rumah sakit Murjani menyarankan untuk melakukan tindakan operasi guna mengangkat kulit yang terkena sengatan listrik.
"Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan kulit. Namun kami pihak keluarga masih mempertimbangkannya," pungkasnya (f1/SB)