Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat mengecek kesiapan personel Operasi Zebra Telabang 2025. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Sebanyak 358 personel kepolisian diterjunkan dalam Operasi Zebra Telabang Tahun 2025 dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Data menunjukkan bahwa pada periode Januari–Oktober 2025, telah terjadi 930 kejadian kecelakaan, meningkat 0,5 persen atau 5 kejadian dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Peningkatan ini menjadi salah satu pertimbangan utama pelaksanaan operasi secara lebih intensif.
Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, dalam sambutannya pada Apel Operasi Zebra Telabang 2025, Selasa (18/11/2025), menyampaikan bahwa operasi akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17-30 November 2025.
Kapolda menjelaskan bahwa sasaran operasi meliputi seluruh bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran lalu lintas, maupun kecelakaan, baik sebelum, saat, maupun setelah operasi berlangsung.
“Melihat data, tingkat kesadaran masyarakat di jalan raya masih perlu ditingkatkan, dan upaya pencegahan yang saat ini diperlukan adalah mengutamakan tindakan preemtif dan preventif,” ujar Kapolda.
Selain itu, Kapolda mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain ponsel saat berkendara, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya menunda perjalanan apabila kondisi cuaca buruk atau kondisi fisik tidak memungkinkan, demi keselamatan. (sb)