seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Puluhan Peserta Pesparani Katolik I Diduga Alami Keracunan

by Redaksi - Tanggal 24-11-2025,   jam 04:39:10
Para korban ketika mendapatkan perawatan medis di UGD Rumah Sakit Pambelum. (FOTO:ISTIMEWA) Para korban ketika mendapatkan perawatan medis di UGD Rumah Sakit Pambelum. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Puluhan peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I tingkat Provinsi Kalimantan Tengah terpaksa mendapatkan penanganan medis setelah muncul dugaan kuat bahwa mereka mengalami keracunan makanan, Minggu (23/11/2025).

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna GOR Indoor Jalan Cilik Riwut Km 5 tersebut pada awalnya berjalan lancar, hingga beberapa peserta merasakan pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare setelah menyantap makanan yang dibagikan panitia.

Seluruh peserta yang mengalami gejala kemudian segera dievakuasi ke UGD Rumah Sakit Betang Pambelum untuk menerima pertolongan cepat dari tenaga medis.

Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran turut hadir di rumah sakit untuk memastikan kondisi para peserta Pesparani yang masih berada dalam perawatan di Primaya Hospital Betang Pambelum Palangka Raya.

Agustiar menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menanggung seluruh biaya pengobatan bagi para korban yang terdampak pada peristiwa tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan menanggung semua biaya perawatan para peserta sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dugaan adanya keracunan akibat makanan akan ditindaklanjuti aparat kepolisian sesuai prosedur agar penyebab pastinya dapat diketahui.

“Tahapan penyelidikan mengenai faktor penyebab akan kami percayakan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secara profesional,” ujarnya.

Ketua Panitia Sutoyo menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari tim medis, sebanyak 14 orang harus dirawat inap, lima orang tengah dipersiapkan untuk pulang, dan lima lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Jumlah keseluruhan yang kini berada di rumah sakit adalah 24 dari total 38 peserta yang mengalami indikasi serupa,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTS Kalteng itu menambahkan harapannya agar seluruh peserta yang dirawat segera pulih dan dapat beraktivitas kembali.

“Terkait penyebab pastinya kami belum bisa memastikan, tetapi yang jelas ada sesuatu yang dikonsumsi hingga menimbulkan reaksi seperti itu,” jelasnya.

Ia menyebutkan pula bahwa mayoritas peserta mengalami gejala mual dan muntah setelah makan pada kisaran pukul 10.00–12.00 WIB.

Untuk makanan yang dikonsumsi, ia belum dapat memberikan kepastian dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk memastikan.

“Kami tidak membawa kasus ini ke ranah pelaporan terhadap penyedia makanan, sebab kami meyakini tidak ada pihak yang menginginkan kejadian ini,” ucapnya singkat.

Sutoyo menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 11 kabupaten/kota dan masing-masing menerima paket makanan dari penyedia yang berbeda.

“Yang mengalami kondisi seperti ini merupakan kontingen dari Kota Palangka Raya,” bebernya. (rk/sb)