seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pelajar Kotim Wakili Kalteng Pada Ajang Penelitian Tingkat Nasional

by Redaksi - Tanggal 03-12-2025,   jam 09:10:13
Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melepas 23 pelajar SMP Negeri 1 Sampit dalam ajang lomba peneliti tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melepas 23 pelajar SMP Negeri 1 Sampit untuk mengikuti ajang lomba peneliti tingkat nasional mewakili Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Dari Kotim sendiri ada lebih dari 23 pelajar, namun sebagian berasal dari Madrasah yang kewenangannya berada di Kemenag. Sementara itu, Disdik hanya melepas yang berasal dari sekolah negeri, yaitu pelajar SMPN 1 Sampit,” ujar Kabid Pembinaan SMP Disdik Kotim, I Gede Sukadana, Rabu (3/12/2025).

Para pelajar tersebut akan mengikuti seleksi tingkat nasional yang digelar pada 4–6 Desember 2025.

Gede menegaskan bahwa Disdik selalu mendorong sekolah agar memberikan dukungan penuh kepada siswa-siswa yang memiliki potensi lebih, baik dalam bentuk fasilitas maupun pendampingan langsung dari guru dan pihak sekolah.

“Semua perlu dukungan, baik dari orang tua maupun masyarakat. Karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak — orang tua, masyarakat, dan para guru yang tidak lelah mendampingi anak-anak siang dan malam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menjelaskan bahwa 23 pelajar yang berangkat ini merupakan hasil seleksi tahap awal dan berhasil menjadi juara pertama di tingkat provinsi pada berbagai bidang.

“Bidang yang diikuti antara lain komputer, fisika, sosial, sejarah, ekonomi, lingkungan, dan geografi,” jelasnya.

Ia berharap keikutsertaan para pelajar dalam lomba peneliti ini dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, termasuk kemampuan komunikasi di tingkat nasional bahkan internasional, karena para peserta akan bertemu banyak pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia.

“Orientasinya bukan semata-mata menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengalaman berkomunikasi dan bertukar wawasan dengan orang-orang hebat,” ujarnya.

Suyoso menambahkan bahwa yang terpenting adalah para peserta dapat memberikan yang terbaik sekaligus berkembang menjadi pribadi dengan pola pikir yang maju. (f1/sb)