Rekaman layar dugaan aksi pelecehan yang dilakukan oleh oknum driver oline di Palangka Raya. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Seorang pelajar di Kota Palangka Raya diduga megalami pelecehan. Perbuatan tak terpuji yang dilakukan seorang oknum driver online mobil terhadap anak di bawah umur.
Korban diketahui berjenis kelamin pria ini bersama satu rekannya perempuan masih berstatus pelajar SMP menyewa jasa driver online untuk menuju salah satu kolam renang di Palangka Raya, Jumat (19/12/2035) kemarin.
Ditengah perjalaanan, rekan korban yang saat itu duduk pada bagian bangku tengah mobil hanya bisa membisu saat melihat aksi tak terpuji dari terduga pelaku. Ia tidak bisa berbuat banyak. Yang hanya bisa dilakukannya hanyalah mereka perbuatan tersebu secara diam menggunakan gadget yang dimiliknya.
Oknum driver yang diketahui seorang pria itu disinyalir dengan sengaja menggunakan tangan kirinya untuk memegang paha korban yang berada tepat di sampingnya. Dugaan tindakan tersebut membuat korban kaget dan ketakutan.
Kasus ini kemudian mencuat dan menjadi perhatian publik. Apalagi, saksi atau yang merekam aksi itu adalah anak dari Ketua Ormas LSR LPMT Kalteng.
“Ini berkaitan dengan kasus yang sudah viral. Saksi dari dugaan pelecehan di dalam mobil driver online ini adalah anak dari Ormas LSR Kalteng dan kebetulan saya konsultan dari ormas tersebut,” kata Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalteng, Suriansyah Halim saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Menindaklanjuti laporan keluarga, pihak kuasa hukum kemudian bertemu dengan penanggung jawab driver online beserta oknum pengemudi yang diduga melakukan pelecehan. Namun pertemuan itu tak menghentikan langkah hukum.
“Setelah pertemuan tersebut, kami membawa yang bersangkutan ke Polresta Palangka Raya,” ucapnya.
Sesampainya di Polresta Palangka Raya, pihaknya telah menyampaikan kronologis kejadian dan membuat laporan resmi. Meski demikian, proses penanganan perkara masih menemui kendala.
“Kendalanya sekarang adalah korban. Saat dihubungi, korban masih terlihat takut, terutama karena melibatkan orang tuanya,” tukasnya.
Hingga saat ini, petugas kepolisian masih belum memberikan keterangan. Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi namun belum mendapat jawaban. (rk/sb)