seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Atap Bangun SMPN 1 Sampit Terbang Ditiup Angin

by Redaksi - Tanggal 21-12-2025,   jam 07:48:05
Tampak terlihat atap bangunan SMPN 1 Sampit yang terbang ditiup angin kencang. (FOTO: ISTIMEWA) Tampak terlihat atap bangunan SMPN 1 Sampit yang terbang ditiup angin kencang. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Atap bangunan baru SMP Negeri 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terbang dan berpindah ke atap SMP Negeri 2 Sampit yang berada di seberangnya, akibat diterjang angin kencang, Minggu (21/12/2025) sore. 

Kepala SMPN 1 Sampit Suyoso menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, angin kencang berembus selama kurang lebih 10 hingga 15 menit.

"Sekitar pukul 15.00 tadi terjadi angin sangat kencang. Atap bangunan baru di SMP Negeri 1 terangkat dan sejumlah baris roster ikut jatuh," ujar Suyoso.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Pasalnya, aktivitas belajar mengajar sedang libur.

Meski demikian, saat kejadian terdapat aktivitas ujian mahasiswa Universitas Terbuka, namun seluruh peserta berada di laboratorium komputer bukan di lokasi bangunan terdampak.

Tak lama setelah kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung turun ke lokasi. Saat itu Suyoso mendapat informasi bahwa kecepatan angin saat kejadian mencapai sekitar 60 kilometer per jam, sesuai data dari BMKG.

"Setelah kejadian, BPBD Kotim langsung datang ke lokasi. Disampaikan bahwa kecepatan angin sekitar 60 kilometer per jam berdasarkan data BMKG," katanya.

Terkait kerugian materiil, Suyoso menyebut pihak kontraktor bangunan sudah turun langsung ke lokasi. Seluruh tim, mulai dari konsultan, pengembang, hingga pekerja, dikerahkan untuk melakukan penanganan.

la menambahkan, bangunan yang terdampak tersebut merupakan bangunan baru yang telah selesai dikerjakan dan masih dalam masa pemeliharaan selama tiga bulan, sehingga menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

"Kami bersyukur kejadian ini terjadi di hari libur sehingga tidak ada aktivitas siswa. Bangunan ini baru selesai dan masih masa pemeliharaan, sehingga tim kontraktor langsung turun tangan untuk penanganan," pungkasnya. (f1/sb)