seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bocah 12 Tahun Tenggelam di Danau Salju Meninggal Dunia

by Redaksi - Tanggal 02-01-2026,   jam 01:01:21
Warga saat mengevakuasi tubuh korban usai ditemukan, Jumat (1/1/2026). FOTO: ISTIMEWA Warga saat mengevakuasi tubuh korban usai ditemukan, Jumat (1/1/2026). FOTO: ISTIMEWA

SB, SAMPIT - Seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun meninggal dunia akibat tenggelam saat berwisata mengisi libur Tahun Baru 2026 di sebuah objek wisata Danau Salju, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kotim. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menerima laporan kejadian tersebut dan segera memberikan bantuan evakuasi korban ke RSUD dr Murjani Sampit.

"TRC diminta bantuan untuk mengevakuasi korban ke RSUD dr Murjani," kata Multazam, Jumat (2/1/2025). 

Menurut Multazam, berdasarkan informasi awal, korban berkunjung ke objek wisata tersebut bersama keluarga, termasuk orang tuanya.

Korban sempat bermain di area danau buatan sebelum akhirnya tenggelam. Korban ditemukan sekitar dua jam kemudian di bagian tengah danau.

Saat ditemukan, korban diduga masih dalam kondisi hidup. Tim TRC BPBD Kotim yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian karena jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor BPBD.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di RSUD dr Murjani Sampit sekitar pukul 16.10 WIB.

"Kami berada di depan, mobil keluarga yang membawa korban. Ibunya ikut sampai ke rumah sakit, tetapi nyawa anak tersebut tidak bisa diselamatkan," ujar Multazam.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Langsat 4, Kecamatan Baamang, untuk dimakamkan.

Atas kejadian tersebut, Multazam menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. 

Ia menegaskan peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak terulang kembali.

"Sepengetahuan saya, di objek wisata Alam Salju sebenarnya tersedia area bermain khusus anak-anak untuk berenang. Apakah korban berenang ke tengah danau, kami masih menghimpun informasi lebih lanjut," katanya.

BPBD Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi yang memiliki unsur air. Orang tua juga diminta untuk mengawasi anak-anak dengan ketat.

"Ketika berwisata di tempat rekreasi yang bersinggungan dengan air, harus lebih waspada. Awasi keluarga dan jangan sampai lengah," tegasnya.

Sementara itu, Multazam juga menyampaikan kondisi objek wisata Pantai Ujung Pandaran yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit. Menurutnya, kondisi pantai saat ini masih relatif landai dan terkendali.

"Kami berharap masyarakat tetap menjaga keselamatan, baik secara pribadi maupun keluarga. Berkendara dengan aman dan tidak menambah kecepatan, karena arus lalu lintas dari Ujung Pandaran ke Sampit dan sebaliknya cukup padat," pungkasnya (f1/SB)