Korban laka tunggal yang menimpa seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. FOTO: ISTIMEWA
SB, SAMPIT - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Kenan Sandan, Kelurahaan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Jumat (2/1/2025).
Insiden kecelakaan ini menyebabkan pengendara yang diketuai seorang perempuan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, korban diketahui mengendarai sepeda motor dengan membonceng anaknya saat melintas di ruas jalan tersebut.
Menurut warga yang ada di sekitar lokasi, Amat, kecelakaan terjadi ketika korban diduga melakukan pengereman secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat sepeda motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke badan jalan.
"Rem mendadak, terus motornya tergelincir dan jatuh sendiri," kata Amat, seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Amat mengatakan korban yang identitasnya masih menjadi misteri mengalami benturan keras di bagian kepala.
Luka yang dialami korban menyebabkan pendarahan hebat dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Ia menyebut saat korban terjatuh, kepalanya diduga sempat terlindas kendaraan pikap yang melintas di lokasi.
Hal senada disampailan Relawan Sampit Siaga, Chandra, mengatakan korban mengalami luka serius di bagian kepala saat dievakuasi dari lokasi kejadian.
"Pendarahan cukup parah di bagian belakang kepala. Kami langsung melakukan evakuasi menggunakan unit relawan Pasar Al-Kamal," ujarnya.
Chandra juga menyampaikan saat kejadian korban dan juga anaknya berboncengan satu motor. Beruntung sang anak tidak mengalami luka yang serius.
"Anaknya ada di TKP tapi cuma luka lecet, Keluarga sudah menerima informasi terkait kejadian ini," jelasnya.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan pengamanan di lokasi kejadian. Relawan dan petugas kepolisian tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
"Petugas Satlantas Polres Kotim sudah berada di lokasi dan melakukan pemantauan selama proses evakuasi," tambah Chandra.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kotim, Ipda Bagus Muhammad membenarkan hal itu.
Meski demikian ia menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum dapat memastikan informasi yang mengatakan kepala korban terlindas pikap.
"Info yang bisa diberikan baru meninggal dunia saja ya," pungkasnya. (f1/sb)