seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Merisa: Cukup Anak Saya Jadi Korban di Danau Salju Sampit

by Redaksi - Tanggal 03-01-2026,   jam 06:03:33
Pemakaman A (12) bocah meninggal dunia karena tenggelam di Danau Salju Sampit. FOTO: ISTIMEWA/SB Pemakaman A (12) bocah meninggal dunia karena tenggelam di Danau Salju Sampit. FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, SAMPIT - Merisa ibu kandung bocah 12 tahun yang meninggal dunia karena tenggelam di Danau Salju Sampit pada Jumat (2/1/2026) merasa kecewa kepada pihak pengelola tidak memberikan jaminan keselamatan pengunjung. 

Ia berharap tragedi pilu tersebut berhenti pada mereka dan anak mereka, dan tidak menimpa ke orang lain. 

"Cukup anak saya yang jadi korban jangan sampai ada korban lainnya. Saya kecewa karena kurangnya safety", kata Merisa, Sabtu (3/1/2026). 

Ia mengatakan, pengawasan aktivitas di Danau Salju tersebut tidak hanya tanggung jawab pada orang tua tapi juga pengelola.

Namun kejadian saat itu ia menilai pihak mengelolah acuh tak acuh dan tidak ada kesiapsiagaan. 

Tidak hanya itu namun juga tidak ada standar keamanan yang diterapkan disana. 

"Kami mendesak untuk ditutup, tidak ada kesiapsiagaan dari pengelolah destinasi. Biar tidak ada korban lagi. Cukup di anak saya saja", tegasnya 

Kekecewaan juga datang dari keluarga korban lainnya, Hamlan mengatakan, saat dilaporkan, petugas hanya memberikan pengumuman namun tidak ada tindak lanjut untuk turun langsung lakukan pencarian. 

Setengah jam lebih pencarian pihak keluarga tidak tahu sama sekali petugas pengelolah destinasi. 

Berbagai cara dilakukan untuk menyelamatkan korban sebelum diberangkatkan ke rumah sakit. 

"Saya sendiri yang selam ke air mencari. Pengunjung sekitarnya juga turut membantu. Tapi tidak ada dari pengelolah. Sampai diberangkatkan ke rumah sakit juga pakai mobil sendiri", ujarnya 

Ia mengatakan, destinasi itu tidak ada pembatasan umur untuk berenang, mereka hanya memakai tali, dan itu akan ketutup sama anak-anak yang berenang. 

Pada saat korban ditemukan ternyata melewati batas berenang anak-anak dan tanahnya berlumpur serta posisinya tidak rata. 

"Jadi yang berenang itu tidak tau air dalamnya sampai dimana. Kita tidak bisa prediksi. Kita berharap jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali", pungkasnya. (f1/SB)