seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pembunuhan Montir Jalan Raflesia Terungkap, Pelaku Keponakan Korban

by Redaksi - Tanggal 10-01-2026,   jam 11:42:00
Lokasi kejadian pembunuhan di Jalan Raflesia Kota Palangka Raya. (FOTO: ISTIMEWA) Lokasi kejadian pembunuhan di Jalan Raflesia Kota Palangka Raya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan montir bernama M Agus (42) yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah sekaligus bengkelnya di Jalan Raflesia, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/1/2026).

Pelaku bernama Eddy (41), yang tak lain merupakan keponakan korban. Ia diduga nekat menghabisi nyawa pamannya karena dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama terpendam.

Ketua RT setempat, Endang Susilowati mengungkapkan, bahwa dirinya pertama kali mendapat kabar dari pihak keamanan kompleks yang melaporkan adanya dugaan pembunuhan di bengkel milik korban.

“Saya dikabari oleh petugas keamanan kalau Pak Agus dibunuh. Awalnya saya kira karena pencurian atau perampokan, ternyata pelakunya masih keluarga sendiri,” ujarnya.

Endang kemudian mendatangi lokasi kejadian yang tak jauh dari rumahnya. Saat tiba di tempat perkara, pelaku disebut masih berada di sekitar lokasi dan sempat berbicara langsung kepadanya.

“‘Saya yang membunuh, Bu RT. Saya tusuk jantungnya’,” ucap Ibu RT menirukan omongannya dan pelaku masih memegang senjata tajamnya.

Ia mengaku sempat mencoba menenangkan dan menasihati pelaku agar menyerahkan diri. Namun pelaku justru meminta agar perbuatannya segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Dia bilang dendam dan meminta saya melaporkannya. Bahkan sempat mengaku bahwa adiknya bersama anaknya juga menjadi sasaran, tapi sudah lebih dulu melarikan diri,” ungkapnya.

Antara korban dan pelaku ini memiliki hubungan keluarga. Korban adalah pamannya, sedangkan pelaku ini keponakannya. Kebetulan juga adik kandung dari pelaku ini menumpang tinggal di rumah korban.

“Korban ini tinggal seorang diri. Kebetulan adik pelaku ini sedang berada di rumah korban dan sempat menjadi sasaran. Dia adalah saksi kunci peristiwa ini, kami belum ketemu karena ia mengamankan diri,” tuturnya.

Sementara itu, petugas keamanan kompleks, Zulkifli menyebutkan, bahwa berdasarkan pengakuan awal, motif pembunuhan diduga karena sakit hati. Namun, keterangan tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik.

“Pelaku mengaku sakit hati, tetapi saat kejadian diduga masih dalam pengaruh minuman beralkohol, sehingga pengakuannya belum bisa dijadikan kesimpulan akhir,” jelasnya.

Dari keterangan pelaku kepada saksi, peristiwa bermula saat pelaku mendatangi rumah korban dan menggedor pintu. Setelah korban keluar dan terjadi adu mulut, pelaku secara spontan melakukan penusukan.

“Korban diserang saat sadar, bukan dalam kondisi tidur,” tukasnya. (rk/SB)