seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tabrak Lari di Sungai Paring, Anak SD Jadi Korban

by Redaksi - Tanggal 18-01-2026,   jam 11:22:03
Suasana jalan di kawasan Sungai Paring, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, lokasi terjadinya tabrak lari yang menimpa seorang anak SD pada Sabtu (17/1/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB Suasana jalan di kawasan Sungai Paring, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, lokasi terjadinya tabrak lari yang menimpa seorang anak SD pada Sabtu (17/1/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, SAMPIT - Rentetan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Sampit dan sekitarnya kembali terjadi. Setelah tiga insiden kecelakaan tercatat dalam satu hari pada Jumat (16/1/2026), kasus serupa kembali menghebohkan warga pada Sabtu (17/1/2026) pagi.

Kali ini, peristiwa tabrak lari dilaporkan terjadi di kawasan Sungai Paring sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang anak Sekolah Dasar (SD) dilaporkan menjadi korban setelah ditabrak sebuah mobil saat sedang berjalan kaki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuhnya akibat insiden tersebut.

Warga Sungai Paring, Ardian, membenarkan kejadian tabrak lari itu. Ia mengatakan peristiwa berlangsung sangat cepat dan sempat membuat warga sekitar panik.

"Kejadiannya pagi sekitar jam sembilan. Korbannya masih anak SD. Dia jalan kaki, tiba-tiba ditabrak mobil, lalu mobilnya langsung kabur," ujar Ardian saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan warga, mobil yang diduga menabrak korban berwarna merah dan melaju dari arah Sampit menuju Palangka Raya. Kondisi kendaraan tersebut juga dinilai mencurigakan karena mengalami kerusakan di bagian depan.

"Mobilnya warna merah, kecil saja. Bagian depan kiri hancur, yang kanan masih utuh. Arah larinya ke Palangka Raya," kata Ardian.

Sejumlah warga lainnya mengaku sempat melihat mobil tersebut melintas dengan kecepatan tinggi, seolah sedang dikejar.

"Ya Allah, tadi saya lihat mobil warna merah itu cepat banget, kaya dikejar orang. Dari arah Sampit ke Palangka Raya memang," ujar salah seorang warga.

Mobil tersebut juga disebut sempat terlihat melintas di kawasan Bincut. Namun, warga tidak sempat mencatat nomor polisi kendaraan tersebut.

"Tadi sempat berpapasan. Di hati sudah curiga kenapa mobilnya cepat dan bagian depan hancur. Tapi tidak sempat lihat nopolnya," ucap warga lainnya.

Pasca kejadian, warga berinisiatif melakukan pemantauan dan bersiap mengamankan mobil yang diduga terlibat apabila melintas di wilayah Pundu atau Pelantaran. Mereka juga berharap adanya koordinasi cepat dari pihak kepolisian setempat.

"Coba kalau Polsek Pundu bisa koordinasi. Warga di sini siap jaga-jaga kalau mobilnya masuk ke daerah Pundu atau Pelantaran," kata Ardian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas korban, kondisi terkini korban, maupun pelaku tabrak lari tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotim dalam dua hari berturut-turut. 

Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku tabrak lari dan meningkatkan pengawasan lalu lintas di wilayah Sampit dan sekitarnya. (f1/SB)