Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Kadinkes Riduan : Kasus Virus Nipah di Kota Palangka Raya Nihil

Redaksi 31-01-2026, 09:50 WIB 2 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan. FOTO: MC PALANGKA RAYA/SB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan. FOTO: MC PALANGKA RAYA/SB

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan memastikan belum ada laporan maupun temuan kasus virus Nipah di wilayah Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Secara alami, virus ini dibawa oleh kelelawar pemakan buah (Pteropodidae).

"Mengenai Virus Nipah, awalnya memang menular antarhewan, namun informasi terbaru menunjukkan penularan kini bisa terjadi dari hewan ke manusia. Namun, untuk Kota Palangka Raya, sampai saat ini belum ada informasi atau laporan yang masuk ke kami terkait adanya virus tersebut," ujarnya.

Dikatakannya, orang yang terinfeksi virus Nipah akan mengalami gejala yang bervariasi bahkan ada yang tanpa gejala (asimptomatis). Umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan atau berat hingga ensefalitis (radang otak) fatal. Awalnya akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan nyeri tenggorokan.

Pihaknya menegaskan bahwa status kesehatan masyarakat di Palangka Raya saat ini masih dalam kategori aman. Belum ada warga yang terkonfirmasi terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan dan saraf tersebut.

Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi terkait pengawasan pada sektor hewan yang menjadi inang virus, dan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

"Untuk pengawasan dari sisi hewan, ranahnya ada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan kami dari segi kesehatan manusia terus bersiaga," imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, dirinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik secara berlebihan. Masyarakat disarankan untuk kembali memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat.

"Kami menyarankan warga untuk tetap waspada. Hal terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh agar selalu optimal. Selain itu, hindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit atau mengonsumsi buah-buahan yang sudah ada bekas gigitan hewan," tuturnya.

Dinkes berkomitmen untuk segera memberikan informasi secara transparan jika ditemukan gejala-gejala klinis yang mencurigakan di lapangan, guna memastikan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. (MC Kota Palangka Raya/SB) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard