Lewati ke konten utama
Provinsi

Umat Konghucu Kotim Bersihkan Rupang di Kelenteng

Redaksi 12-02-2026, 09:48 WIB 1 menit baca
Pelaksanaan pembersihan Rupang atau Patung Dewa di Kelenteng. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Pelaksanaan pembersihan Rupang atau Patung Dewa di Kelenteng. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, umat Konghucu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan kegiatan pembersihan rupang atau patung dewa (kimsin) di kelenteng sebagai bagian dari tradisi tahunan.

Pemuka Agama Konghucu Kotim, Suhardi ,mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan spiritual dalam menyongsong tahun yang baru.

“Hari ini agenda kita di kelenteng, khususnya rumah ibadah Konghucu, sedang mengadakan kegiatan bersih-bersih rupang atau patung yang dikenal dengan kimsin. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang Tahun Baru Imlek,” ujar Suhardi, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, pembersihan rupang bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Konghucu.

“Spirit dari membersihkan semua rupang ini adalah untuk membersihkan hati kita dalam menyongsong tahun yang baru. Dengan hati yang bersih dan lapang, tentunya kita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

Suhardi menyebutkan, jumlah rupang di kelenteng tersebut cukup banyak sehingga proses pembersihan membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Pasalnya dalam satu altar ada yang lima dan ada yang tiga. Kalau ditotal, kurang lebih ada sekitar 30 rupang. 

Menurutnya, pembersihan rupang dilakukan menggunakan media tertentu sebagai simbol penyucian, agar sarana peribadatan benar-benar bersih dan siap digunakan umat.

“Artinya, ketika kita akan melaksanakan peribadahan, media persembahyangan ini sudah benar-benar bersih, sehingga umat yang datang untuk sembahyang merasa nyaman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengingat bagi umat untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dan pikiran dalam kehidupan sehari-hari.

“Esensi dari membersihkan rupang ini adalah spirit membersihkan diri kita sendiri, menjaga kebersihan hati dan pikiran dari hal-hal yang buruk, agar kebajikan dapat bersemayam di dalam hati dan kita implementasikan dalam kehidupan,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard