Jalur Tjilik Riwut Kembali Makan Korban, Wanita 19 Tahun Tewas Usai Tabrak Teronton
SB, PALANGKA RAYA – Seorang gadis 19 tahun meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam bagian belakang truk tronton yang berhenti akibat mogok di badan jalan. Insiden mencekam tersebut terjadi di ruas Jalan Tjilik Riwut Km 15,5, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.
Korban diketahui bernama Tiara yang merupakan warga Jalan Nelayan, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Saat kejadian, korba tengah mengendarai Honda Revo hitam KH 2220 YV. Sementara truk yang menjadi lawannya adalah satu unit Nissan Tronton hitam B 9444 FYW yang dikemudikan Eko Budiono (28), warga Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Informasi yang dihimpun, truk tersebut melaju dari arah Tangkiling menuju Kota Palangka Raya. Setibanya di Km 15,5, kendaraan besar itu mengalami gangguan mesin yang diduga akibat kehabisan bahan bakar solar. Sopir kemudian berupaya menepikan kendaraan.
Namun nahas, posisi truk belum sepenuhnya keluar dari badan jalan. Bagian belakang kanan kendaraan masih memakan ruas aspal. Di saat bersamaan, dari arah yang sama melaju sepeda motor korban.
Diduga jarak yang sudah terlalu dekat, kondisi penerangan jalan yang minim, serta tidak adanya tanda peringatan darurat membuat korban tak sempat menghindar. Benturan keras pun terjadi di bagian belakang kanan truk. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasatlantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat melalui Kanit Gakkum Ipda Amat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan dari warga dan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas ganda di Jalan Tjilik Riwut Km 15,5 dan mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Ipda Amat menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, truk mengalami trouble dan belum sepenuhnya berada di bahu jalan.
“Pengemudi sudah berusaha meminggirkan kendaraan, namun bagian belakang kanan masih berada di badan jalan sehingga membahayakan pengendara lain,” katanya.
Ia menambahkan, aspek keselamatan seperti pemasangan segitiga pengaman dan lampu darurat menjadi perhatian dalam kasus ini.
“Perkara ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya dan terus kami dalami untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan,” pungkasnya. (rk/sb)