Lewati ke konten utama
HUKUM

Satgas SABER Pangan Polda Kalteng Awasi Stok dan Distribusi Pangan di Palangka Raya

Redaksi 28-02-2026, 09:55 WIB 1 menit baca
Tim Siber Pangan Polda Kalteng ketika melakukan pengawasan terhadap bahan pokok selama Ramadan. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim Siber Pangan Polda Kalteng ketika melakukan pengawasan terhadap bahan pokok selama Ramadan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Tim Satgas Sapu Bersih (SABER) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026 Polda Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan pengawasan di Kota Palangka Raya pada Jumat, 27 Februari 2026.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kalteng sekaligus Kasatgas SABER Pangan, Edwar Zulkarnain, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 97/TS.02.02/K/01/2026 tentang Pengawasan Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Dalam pelaksanaannya, Satgas SABER Polda Kalteng turut melibatkan tim dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Perum Bulog Provinsi Kalteng.

Pengawasan dilakukan di tiga lokasi, yakni PT Jenio Mandiri (peternakan ayam), Gudang Bulog Provinsi Kalteng, serta produsen beras CV Sumber Pangan Palangka Raya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk memastikan stabilitas harga serta keamanan dan mutu pangan tetap terjaga,” ujar Edwar.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengecekan lapangan oleh Tim Satgas SABER bersama Tim Bapanas RI, secara umum ketersediaan stok pangan utama berupa beras, Minyakita, dan daging ayam di wilayah Kota Palangka Raya dalam kondisi aman.

Stok dinyatakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan, dengan mutu pangan yang tetap terjaga sesuai standar.

Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah kendala di lapangan, terutama pada sektor distribusi. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat hambatan pada transportasi kontainer, di mana armada pengangkut lebih memprioritaskan logistik proyek dibandingkan komoditas pangan.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran distribusi beras apabila tidak segera diantisipasi secara terkoordinasi.

Di akhir kegiatan, Dirreskrimsus menegaskan bahwa pengawasan di tiga lokasi tersebut akan dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.

”Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan, keamanan, dan mutu pangan di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tuturnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard