Sejumlah Ojol ketika mengadukan banyaknya aksi balapan liar di jalan raya yang meresahkan. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Aktivitas balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Palangka Raya dikeluhkan para pengemudi ojek online (ojol). Para pengemudi mengaku merasa terganggu bahkan tidak tenang saat menerima maupun mengantarkan pesanan, terutama pada malam hingga dini hari.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah ojol kepada petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya karena aktivitas balapan liar dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.
Beberapa ruas jalan yang diduga sering dijadikan lokasi balapan liar di antaranya Jalan Dr Murjani, Jalan Diponegoro, Jalan RTA Milono, Jalan Ir Soekarno, dan Jalan Adonis Samad. Jalan-jalan tersebut merupakan jalur yang cukup sering dilalui para ojol saat mengambil maupun mengantarkan pesanan pelanggan.
Salah satu pengemudi ojol, Muhamad Syarif, mengatakan bahwa sejumlah rekannya kerap berpapasan dengan para pelaku balap liar saat sedang bekerja. Bahkan, ada pengemudi ojol yang diminta menepi oleh para pelaku balap liar agar mereka dapat melintas dengan kecepatan tinggi.
“Sampai disuruh minggir dan berhenti. Karena harus cepat mengantar pesanan, terpaksa mencari jalan pintas agar terhindar dari mereka. Ini jelas menghambat pekerjaan kami karena adanya balap liar,” kata Muhamad Syarif, Kamis (5/3/2026) pagi.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian balapan liar mengingatkannya pada insiden beberapa bulan lalu, ketika salah satu rekannya sesama pengemudi ojol mengalami kecelakaan saat mengantarkan pesanan. Kecelakaan tersebut diduga melibatkan remaja yang sedang kebut-kebutan di jalan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Menurutnya, pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, aktivitas pengantaran pesanan justru meningkat pada malam hari hingga menjelang waktu sahur, sehingga risiko bertemu dengan pelaku balap liar juga semakin besar.
“Semoga pihak kepolisian bisa lebih memperketat lagi patroli karena ini sangat meresahkan. Kami juga masih ingat teman kami dulu meninggal dunia akibat kecelakaan dengan remaja yang diduga balap liar,” jelasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kanit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya, Dedi Hendra Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya rutin melaksanakan patroli untuk mengantisipasi balapan liar, khususnya pada malam hingga dini hari.
Ia menjelaskan bahwa patroli biasanya dilakukan mulai pukul 23.00 hingga sekitar pukul 04.00 atau setelah waktu subuh.
Menurutnya, laporan dari para pengemudi ojol yang datang ke pos Satlantas langsung ditindaklanjuti. Saat laporan diterima, petugas yang sedang berpatroli langsung bergerak menuju lokasi untuk membubarkan para pelaku balap liar agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Kami melaksanakan patroli dari malam sampai pagi. Para pelaku balap liar ini sering bermain kucing-kucingan dengan petugas, tetapi kami tetap membagi tim untuk menjaga beberapa jalan yang sering digunakan untuk balapan liar,” tandas Dedi Hendra Kurniawan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan balapan liar karena selain membahayakan diri sendiri juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Polisi juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas balap liar di wilayah Kota Palangka Raya. (*)