seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Panen Perdana Budidaya Ikan Lele Pokdakan Srikandi 40 Lapas Palangkaraya

by Redaksi - Tanggal 13-03-2026,   jam 04:11:51
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah  I Putu Murdiana dan Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo panen perdana budidaya ikan lele sistem bioflok yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Srikandi 40 Lapas Palangka Raya, pada Kamis (12/3/2026).FOTO: LAPAS PALANGKA RAYA Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah I Putu Murdiana dan Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo panen perdana budidaya ikan lele sistem bioflok yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Srikandi 40 Lapas Palangka Raya, pada Kamis (12/3/2026).FOTO: LAPAS PALANGKA RAYA

SB, PALANGKA RAYA– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya melaksanakan panen perdana budidaya ikan lele sistem bioflok yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Srikandi 40 Lapas Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan panen lele tersebut berlangsung di area budidaya perikanan Lapas Palangka Raya dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah beserta jajaran, Kepala Lapas Palangka Raya, serta petugas pembinaan dan warga binaan yang terlibat dalam program budidaya ikan.

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana, turut serta melakukan panen lele sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Program budidaya ikan lele yang dikelola oleh Pokdakan Srikandi 40 ini menjadi salah satu bentuk pelatihan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal usaha setelah kembali ke masyarakat.

I Putu Murdiana dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap Lapas Palangka Raya yang terus aktif mengembangkan berbagai program pembinaan produktif. 

"Kegiatan seperti budidaya ikan lele tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, serta kemandirian bagi warga binaan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, menyampaikan bahwa program Pokdakan Srikandi 40 merupakan bagian dari upaya Lapas dalam mendukung pembinaan berbasis keterampilan dan ketahanan pangan. Hasil panen lele tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal serta pengembangan program budidaya berikutnya.

"Melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sehingga setelah menjalani masa pembinaan, mereka mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat," ucap Hisam.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Palangka Raya dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan. (adm)