seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tukang Bangunan Ditemukan Membusuk di Palangka Raya Diduga Sakit

by Redaksi - Tanggal 10-02-2023,   jam 09:41:39
EVAKUASI : Pihak kepolisian dibntu Tim ERP melakukan evakuasi terhadap jasad tukang bangunan yang ditemukan membusuk. (FOTO:SEPUTARBORNEO) EVAKUASI : Pihak kepolisian dibntu Tim ERP melakukan evakuasi terhadap jasad tukang bangunan yang ditemukan membusuk. (FOTO:SEPUTARBORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Meninggalnya seorang tukang bangunan didalam barak Jalan Lumba-lumba ll Kelurahan Bukit Tunggal Kota Palangka Raya dikarenakan penyakit yang dideritanya selama ini. Korban ditemukan pada, Kamis (9/2/2023) Pukul 18.00 WIB saat salah satu warga mencium bau busuk dari dalam barak tersebut.

Belum diketahui penyakit apa korban ditemukan dalam keadaan terlentang setengah telanjang dan badan berwarna hitam, mengeluarkan aroma tidak sedap dan belatung keluar dari salah satu bagian tubuhnya.

Korban yang bernama Rokhimin (45) ini tinggal seorang diri dan seorang perantau asal Pulau Jawa. Tidak ada tanda-tanda kekerasan didalam tubuhnya usai dilakukan visum oleh dokter forensik RSUD Doris Sylvanus.

Kepada wartawan Kanit II SPKT Polresta Palangka Raya, Aiptu Roedi Yoeliantono menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga bahwa adanya penemuan mayat dan selanjutnya mendatangi lokasi kejadian.

"Setelah menerima laporan kami langsung menuju ke lokasi kejadian dan benar ditemukan mayat laki-laki yang sudah dalam keadaan terlentang dengan mengeluarkan aroma tidak sedap serta membusuk dan mengeluarkan belatung," kata Aiptu Roedi.

Dijelaskannya Roedi, Bahwa didalam tubuh mayat tersebut tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan menurut keterangan tetangga barak nya dalam beberapa hari ini tidak terlihat sejak empat hari yang lalu dan terakhir terdengar korban sempat batuk-batuk.

"Diduga korban ini meninggal karena penyakit yang dideritanya selama ini," ungkapnya.

Dengan di bantu relawan Emergency Response Palangka Raya (ERP) tim Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi guna memperlancar proses olah TKP selanjutnya mayat tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUD Doris Sylvanus.

"Saat ini korban sudah di kamar mayat RSUD Doris Sylvanus dan selanjutnya akan berkordinasi dengan pihak kelurahan Bukit Tunggal untuk proses pemakaman karena tidak memiliki keluarga di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (ab/ok)