Tampak kondisi lokasi kebakaran di Jalan Kembali 5, Gang Mukri Sampit tersisa puing-puing. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Kepanikan melanda warga Jalan Kembali 5, Gang Mukri, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (31/3/2026) siang. Sebuah rumah semi permanen dilaporkan hangus terbakar setelah api tiba-tiba membesar sekitar pukul 13.40 WIB.
Kobaran api dengan cepat melahap bangunan yang berada di lingkungan padat penduduk. Dalam hitungan menit, si jago merah membumbung tinggi disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan. Rekaman video warga yang beredar memperlihatkan situasi mencekam saat api terus membesar tanpa kendali di awal kejadian.
Warga sekitar pun sontak panik. Sejumlah orang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang berharga. Beberapa di antaranya bahkan terlihat bergotong royong mendorong sebuah mobil menjauh dari titik kebakaran demi menghindari risiko api merembet.
“Satu rumah terbakar. Api cepat sekali membesar. Kami langsung berusaha selamatkan barang seadanya,” ungkap Lily, warga setempat.
Saksi mata lainnya, Indah Rahmani, menyebutkan bahwa petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Tidak berselang lama, tim pemadam tiba dan langsung berjibaku menjinakkan kobaran api.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur hingga kini masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak menjalar ke rumah lain yang jaraknya sangat berdekatan.
Beruntung, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat kondisi bangunan yang hampir seluruhnya hangus terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap sumber api sekaligus mendata total kerugian yang ditimbulkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan terjadi perambatan api secara cepat. (sb)